5 Tips Jitu Memiliki Rumah Bagi Kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

0
16

Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR adalah pasar masyarakat yang dibidik oleh program sejuta rumah. Dimana masyarakat ini kebanyakan belum memiliki rumah karena terhambat oleh biaya. Selain itu KPR umum juga terlalu “mahal” untuk mereka jangkau mengingat berbagai syarat menyulitkan apalagi jika bukan berasal dari kalangan pegawai, karyawan ataupun PNS. Nah, bisnis properti kini kian mendapat angin segar dengan mulai diberlakukannya program sejuta rumah yang bahkan masyarakat kelas menengah ke bawah pun bisa mengaksesnya.

Program sejuta rumah telah menunjang bisnis properti tanah air karena menambah peluang pengembang dalam memperbanyak proyek pembangunan rumah bahkan bisa meningkat hingga 50%. Bayangkan saja, jika awalnya pedagang asongan, pedagang sayur, pengrajin tempe, dan lain sebagainya sangat kesulitan untuk bisa mengajukan KPR, lebih – lebih memiliki rumah secara tunai, kini mereka bisa bernafas lega dengan adanya sistem KPR FLPP. KPR FLPP merupakan fasilitas liquiditas pembiayaan perumahan yang kini bahkan bisa dimiliki semua kalangan MBR baik yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap.

Bisnis properti akan semakin berkibar tatkala banyak kalangan MBR yang punya kesadaran untuk bisa memiliki rumah dan mampu memenuhi segala macam persyaratan yang dibutuhkan untuk diterima aplikasi KPR FLPP nya.

Nah, berikut ini tips jitu bagi kalangan MBR agar bisa mencapai impiannya memiliki rumah sendiri:

  1. Penghasilan meskipun tak banyak tapi harus stabil

Kebanyakan aplikasi KPR oleh MBR disetujui ketika si MBR tersebut memiliki penghasilan yang stabil meskipun dengan jumlah penghasilan yang tak besar. Nah, oleh karenanya, pastikan pekerjaan anda adalah pekerjaan yang fluktuasi pendapatannya tidak sampai tinggi. Yakni ketika ada kalanya penghasilan anda cukup tinggi namun bisa juga sangat rendah. Biasanya MBR dengan pekerjaan yang sudah digeluti secara tetap seperti jadi pengrajin gerabah, pengrajin tempe dan sebagainya lebih memungkinkan untuk punya pendapatan yang stabil.

  1. Tidak memiliki catatan negatif baik di mata bank maupun di mata hukum

Jika MBR memiliki catatan negatif, maka akan menjadi point minus dalam menilai apakah aplikasi KPR yang diajukan layak disetujui atau tidak. Untuk itu, pastikan anda menjadi warga negara yang baik dan punya itikad baik ketika berhubungan dengan bank.

  1. Sesedikit mungkin dalam hal jumlah hutang yang masih menjadi taggungan

Semakin sedikit jumlah tanggungan hutang si MBR, maka semakin besar pula peluang aplikasi KPR akan disetujui. Untuk itu, sebelum mengajukan KPR dalam program sejuta rumah rakyat, ada baiknya jika anda mulai mengurangi dulu beban hutang yang kini anda miliki.

  1. Mampu berkomitmen untuk melunasi KPR tepat waktu

Komitmen ini biasanya dinilai dari gaya hidup si MBR dalam kesehariannya. Semakin MBR punya gaya hidup yang sederhana dan tidak “neko – neko” maka semakin besar pula peluang bagi si MBR untuk dikategorikan sebagai MBR yang punya komitmen bagus dalam melunasi KPR secara tepat waktu.

  1. Pilihlah rumah minimalis dengan harga murah

Tentunya pilihan rumah yang hendak diajukan dalam aplikasi KPR haruslah sesuai dengan kondisi keuangan si MBR itu sendiri. Jangan sampai berharap terlalu tinggi untuk disetujui pihak bank jika rumah yang anda bidik harganya selangit hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Tentu saja rumah dengan harga dibawah 150 juta akan lebih dipertimbangkan karena sesuai dengan spirit dari program sejuta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah sebagaimana dijelaskan diatas. Yakni agar semua masyarakat indonesia terutama kelas menengah bawah memiliki rumah sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here