Cara Cepat Mendeteksi Datangnya Penyakit Kanker Sejak Dini

0
5

Ada 10 jenis penyakit kanker yang paling sering dialami oleh wanita, dengan posisi dua teratas ditempati oleh kanker serviks dan payudara. Inilah kesepuluh kanker tersebut, plus cara mendeteksinya sejak dini:

Kanker serviks

Anda patut curiga jika tiba-tiba mengalami perdarahan yang tidak biasa diantara jadwal menstruasi, atau mengalami rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Kanker serviks bisa dideteksi dengan papsmear. Lalu, pada usia berapa perempuan mulai perlu papsmear rutin? Yang pasti, mulailah melakukan papsmear setahun sekali setelah Anda mulai aktif melakukan hubungan seksual.

penyakit-kanker2

Kanker payudara

Segeralah temui dokter ketika Anda menemukan benjolan atau perubahan pada payudara Anda. Pada tahap awal, gejala kanker payudara juga bisa dideteksi dengan rutin melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri.

Kanker paru

Jangan tunda untuk mengunjungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti batuk berulang yang tak kunjung sembuh, batuk berdarah disertai nyeri dada, susah bernapas, dan berat badan turun drastis. Kanker paru bisa dideteksi dengan melakukan rontgen paru atau foto toraks. Sangat disarankan untuk dilakukan rutin setahun sekali bersamaan dengan general check up, terutama jika Anda merokok atau sering terpapar asap rokok.

Kanker ovarium (indung telur)

Kanker ovarium sering disebut “silent killer” karena hampir tanpa gejala spesifik, sehingga sering kali terlambat dideteksi. Temui dokter Anda jika Anda mengalami bengkak, kembung, tekanan atau rasa sakit pada perut atau panggul dalam beberapa minggu atau lebih. Jika Anda sudah pernah menemui dokter atas gejala-gejala tersebut dan menerima diagnosa selain kanker ovarium, namun tidak sembuh setelah diobati, kunjungi lagi dokter Anda atau cari pendapat kedua. Memang, sih, belum ada deteksi dini untuk kanker ovarium. Namun jika Anda merasa berisiko tinggi dan mencurigai beberapa gejala, bicarakan dengan dokter apakah Anda perlu menjalani serangkaian tes untuk mendeteksi adanya kanker ovarium. Anda bisa menjalani pemeriksaan vagina, rahim, rektum, dan panggul, termasuk indung telur Anda, untuk mengetahui adanya massa atau pertumbuhan yang tidak wajar.

Kanker Endometrium (dinding rahim)

Kanker endometrium lebih mudah diobati jika dideteksi sejak dini. Jadi, segera temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan menstruasi, nyeri pada panggul atau nyeri saat melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan fisik dan panggul akan dilakukan untuk menemukan adanya masalah pada dinding rahim.

Kanker Limfoma (kelenjar getah bening)

Segera bikin janji dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti: adanya pembengkakan kelenjar pada leher, ketiak, atau selangkangan; bengkak dan nyeri pada bagian perut; nyeri dada, batuk-batuk dan susah bernapas; lelah berlarut-larut; demam; berkeringat di malam hari; dan berat badan turun drastis.

Kanker Nasofaring

Gejala kanker nasofaring (rongga di belakang hidung) pada tingkat awal tidak selalu muncul, bahkan seringkali dianggap sinusitis karena gejalanya hampir sama. Sebaiknya, kunjungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti pembengkakan kelenjar pada leher, pilek yang tidak sembuh-sembuh, keluar darah dari hidung, hidung tersumbat, kehilangan pendengaran, dan nyeri pada wajah dan leher.

Kanker Kolon (Usus Besar)

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti adanya darah dalam feses saat buang air besar, perubahan kebiasaan buang air besar seperti diare atau konstipasi tanpa sebab yang jelas lebih dari enam minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, rasa sakit di perut atau bagian belakang, dan perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar, jangan ragu untuk minta dokter untuk melakukan deteksi untuk kanker kolon.

Leukimia (kanker darah)

Meski gejala leukimia di tahap awal sulit dideteksi karena hampir sama dengan gejala flu atau sakit karena infeksi lainnya, Anda boleh waspada jika mengalami demam berkepanjangan, rasa lelah terus-menerus atau gejala anemia lainnya yang mencakup sering mengalami infeksi, berat badan turun drastis, pembengkakan kelenjar dan pembesaran hati, mudah mengalami perdarahan dan sering berkeringat di malam hari.

Kanker pada kepala dan leher (head and neck cancer)

Kanker pada kepala dan leher yang umum terjadi pada pangkal tenggorokan, rongga hidung dan paranasal sinus, mulut dan lidah, serta kelenjar ludah. Jika terdeteksi dini, kanker kepala dan leher dapat diobati. Periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti adanya pembengkakan atau benjolan di leher, bercak merah atau putih di mulut, benjolan di kepala, sakit tenggorokan terus-menerus, perdarahan, sulit bernapas, nyeri atau kesulitan mengunyah atau menggerakkan rahang atau lidah, gusi berdarah, gigi tanggal tanpa sebab dan penurunan berat badan tanpa sebab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here