Inilah Bahaya di Balik Makanan Cepat Saji

0
13

Makanan cepat saji memang jadi favorit banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Apalagi ditambah dengan keberadaan gerainya yang semakin mudah ditemui dimana-mana, mulai dari kota besar hingga pelosok kota kecil sekalipun.

Banyak orang, terutama keluarga, yang akhirnya menganggap makanan cepat saji sebagai makanan yang wajib dikonsumsi saat akhir pekan. Bertandang ke restoran cepat saji adalah salah satu bentuk rekreasi bagi sebagian besar keluarga. Dan bagi Anda yang sedang diet, keberadaan restoran cepat saji yang buka 24 jam akan selalu ‘menggoda’ Anda di jam-jam kritis malam hari ketika serangan lapar mendadak datang.

bahaya-makanan-cepat-saji

Peningkatan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji ini kemudian disertai juga dengan peningkatan prevalensi penyakit metabolik di Indonesia, seperti diabetes, obesitas, hipertensi, hingga jantung koroner.  Penyakit-penyakit ini sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup, terutama pola makan. Data Departemen Kesehatan tahun 2012 menunjukkan bahwa sekitar sepertiga perempuan di Indonesia mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan pada laki-laki, angka kelebihan berat badan mencapai seperlima dari jumlah seluruh populasi.

Sebuah penelitian di Amerika yang didanai oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NHBLI), orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji mengalami kenaikan berat badan dan peningkatan resistensi insulin pada umur paruh baya. Resistensi insulin ini memicu terjadinya penyakit diabetes tipe 2.

Kenapa makanan cepat saji menyebabkan kegemukan? Ini karena satu menu makanan dari restoran cepat saji umumnya mengandung kalori yang sebenarnya dapat mencukupi kebutuhan kalori seseorang selama sehari penuh! Ditambah lagi, makanan cepat saji biasanya memiliki ‘teman setia’ berupa minuman bersoda yang juga tinggi kalori. Nah, setelah mengonsumsi makanan cepat saji di satu waktu makan, tidak mungkin, kan, Anda kemudian tidak makan lagi sampai keesokan harinya? Anda pasti akan makan nasi, ngemil kue, minum teh manis, kopi, dan sebagainya. Inilah yang akhirnya menyebabkan angka di timbangan Anda meroket naik.

Sadar akan ‘cap buruk’ yang melekat padanya, banyak restoran cepat saji yang kini menambahkan menu makanan sehat, seperti salad, roti burger gandum, ikan, dan beberapa bahan makanan organik. Berhasilkah? Ternyata tidak juga, karena nyatanya konsumen tetap lebih memilih menu cepat saji yang biasa mereka pesan, seperti ayam goreng, french fries, burger, nugget, dan lainnya. Apalagi, kebanyakan orang datang ke restoran cepat saji karena menginginkan rasa khas fast food yang enak, gurih, asin, dan pastinya membuat ketagihan. Ditambah, menu sehat juga bukan berarti selalu rendah kalori.

Mengabaikan pesona makanan cepat saji di tengah kepungan restoran cepat saji di sekitar Anda memang bukan masalah mudah. Tidak, Anda tidak dilarang untuk mengonsumsinya, kok. Hanya saja, cerdaslah dalam mengonsumsinya. Apalagi, jika kesehatan menjadi prioritas Anda. Konsumsi makanan cepat saji sekali seminggu masih bisa diterima. Lalu, jangan lupa imbangi dengan olahraga untuk membakar kalori dan mengurangi dampak negatif dari mengonsumsi makanan cepat saji.

Satu tip yang mungkin berguna untuk Anda ketahui saat memilih makanan cepat saji adalah: Jangan tergoda untuk memesan paket atau promo hemat. Makanan dan minuman yang dikemas dalam bentuk paket justru membuat Anda terpancing untuk mengonsumsi lebih banyak dan berlebihan. Akibatnya, kalori yang masuk ke dalam tubuh pun semakin banyak. Belilah secukupnya saja, sesuai keinginan Anda saat itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here