Jenis Anemia Akibat Kekurangan Gizi dan Bahayanya Bagi Tubuh

0
16

Anemia  atau kekurangan darah adalah salah satu jenis penyakit yang memiliki tingkat insidensi atau pravelensi yang tinggi di Indonesia. Sebuah survei yang dirangkum oleh beberapa fakultas kedokteran di Indonesia pada tahun 2012 silam memaparkan data yang cukup mengejutkan bahwa 50 hingga 63% ibu hamil mengalami kekurangan darah atau anemia.

Survei lain dengan skala internasional yang dilakukan oleh Asian Development Bank(ADB) juga mengungkapkan fakta lain yang tidak kalah mencengangkan tentang jumlah penderita anemia/ kekurangan darah di Indonesia bahwa terdapat 22 juta anak Indonesia yang tecatat menderita anemia pada tahun 2012 lalu. Jika bicara secara medis mengenai penyakit darah ini, anemia dapat dijelaskan sebagai sebuah kondisi medis dimanan jumlah hemoglobin ataupun sel darah merah pada tubuh berada bawah batas normal.

Penyakit darah yang juga bernama latin “ἀναιμία anaimia” dalam bahasa Yunani dipercaya dapat muncul akibat beberapa faktor resiko seperti:

Kekurangan asupan gizi

Penyakit kekurangan darah/ anemia dapat dipicu akibat kurangnya asupan beberapa zat yang berperan penting di dalam tubuh seperti:

  • Asam folat
  • Zat besi
  • Vitamin B12
  • Vitamin B2
  • Vitamin A, C, D, E dan K
  • Kalsium
  • Protein
  • Zink

Kehamilan

Faktor genetik/ keturunan

Menstruasi

Gangguan kesehatan pada usus kecil

Kanker ataupun gagal ginjal

Anemia/ kekurangan darah ini sendiri tidak hanya terdiri dari satu jenis, melainkan beberapa tipe yang berbeda. Salah satu dasar klasifikasi anemia yang digunakan adalah produksi yang terganggu atau kurangnya jumlah asupan tertentu dalam tubuh, beberapa jenis anemia pada klasifikasi ini adalah:

Anemia defisiensi besi

Anemia jenis ini dapat terjadi dikarenakan kurangnya asupan zat besi di dalam tubuh. Anemia defisiensi besi ini juga merupakan anemia dengan angka pravelensi yang paling tinggi atau dengan kata lain paling sering terjadi. Zat besi di dlam tubuh memiliki peran yang penting, dimana zat ini dipergunakan dalam pembuatan hemoglobin pada sel darah merah. Kurangnya hemoglobin dikarenakan kondisi anemia ini menyebabkan sel darah merah menjadi lebih kecil(mikrositer) dan berwarna pucat(hipokrom). Sehingga tidak jarang bahwa anemia defisiensi besi ini juga dikenal dengan nama anemia hipokrom mikrositer.

Anemia defisiensi asam folat/ megaloblastik

Kasus anemia jenis ini banyak terjadi pada masa kehamilan, anemia ini terjadi karena kurangnya asupan asam folat d dalam tubuh. Berbeda dengan kondisi anemia defisiensi besi, pada kondisi ini sel darah merah justru memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran normal.

Anemia aplastik

Anemia jenis ini terbilang cukup komplek, dimana tubuh tidak hanya mengalami kekurangan sel darah merah, namun juga sel darah putih dan juga plasma darah. Rendahnya konsentrasi atau jumlah ketiga jenis sel darah ini menyebabkan sistem imunitas tubuh menjadi tidak optimal dalam melawan infeksi penyakit. Anemia jenis ini sendir dapat dipicu karena beberapa hal seperti:

  • Infeksi virus atau bakteri
  • Penyakit autoimun
  • Faktor genetik/ keturunan
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obatan rheumatoid arthritis
  • Sebagai efek samping pengobatan kanker menggunakan metode kemoterapi

Anemia defisiensi vitamin B12/ pernisiosa

Anemia jenis ini pada umumnya memberikan pengaruh pada saraf pada penderitanya,  anemia defisiensi vitamin B12 atau anemia pernisiosa ini sendiri terjadi akibat kurangnya asupan vitamin B12 di dalam tubuh. Seperti yang diketahui bahwa vitamin B12 sangat berperan dalam produksi sel darah merah dan mengatur fungsi saraf agar bekerja secara normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here