Penyakit Jantung Koroner Menyerang Akibat Stres

0
5

Penyakit jantung koroner seringkali disebabkan oleh stres. Meskipun hal ini belum bisa diukur secara jelas akan tetapi banyak fakta bahwa penderita penyakit jantung koroner seringkali dikarenakan penderitanya sering mengalami stres. Para ahli kesehatan jantung menemukan bukti adanya keterkaitan antara penyakit jantung koroner dengan tingkat stres seseorang.

Stres merupakan gejala yang seringkali terjadi pada masyarakat zaman skarang. Sebuah studi telah dilakukan oleh National Institute of Mental Health dan ditemukan bahwa di Amerika terdapat kurang lebih 30% orang dewasa menderita stres berat. Stres tersebut dapat mengganggu kehidupan mereka baik dalam bersosial maupun dalam bekerja. Dan dari prosentase tersebut mayoritas mereka menderita penyakit jantung koroner.

Awal munculnya stres

Stres dapat muncul karena banyak pikiran yang berat tentang kehidupan sehari-hari. Mulai dari kesibukan pekerjaan hingga beban hidup yang berat. Kekecewaan atau ketidakmampuan diri dalam menyelesaikan suatu masalah seringkali memicu timbulnya stres. Ketakutan dalam menghadapi suatu persoalan pun seringkali menyebabkan seseorang merasa tertekan hingga stres. Untuk itu otak seharusnya selalu dalam keadaan rileks dalam situasi apapun agar tidak menimbulkan stres

Stres dapat merusak sel otak

Ketika seseorang mengalami stres maka hormon glukokortikoid akan mempengaruhi otak. Hormon tersebut dapat melemahkan sel-sel otak sehingga akan membutuh otak itu sendiri. Dari otak yang semakin lemah akibat stres seperti inilah yang akan memicu timbulnya penyakit jantung koroner. Ketika seseorang stres maka ia akan selalu merasa gelisah, bingung, dan jantung yang berdebar-debar kencang dan tidak teratur.

Stres dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung

Ketika seseorang mengalami stres maka banyak organ yang akan terpengaruh. Pada kondisi stres suplai darah ke otak tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi kekurangan darah inilah yang membuat jantung memompa dengan kencang sehingga organ jantung bekerja dengan tidak maksimal. Otak manusia membutuhkan asupan oksigen sebanyak 20% dari total oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh dan apabila otak kekurangan oksigen maka jantung akan berdebar kencang sehingga penderita akan sulit bernafas. Oleh karena itulah orang yang sedang stres seringkali jantungnya berdebar-debar.

Stres mengakibatkan depresi

Stres juga dapat mempengaruhi tingkat depresi seseorang. Sehingga pada kondisi stres maka seseorang akan merasa cepat marah atau emosi tidak dapat terkontrol. Stres juga mengakibatkan kortisol pada otak semakin meningkat sehingga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh.

Dari bahaya stres di atas tentu seharusnya kita lebih waspada dalam menyiasati hidup. Sebisa mungkin anda selalu dalam keadaan normal agar kesehatan otak tetap terjaga sehingga kesehatan jantung juga dapat terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here