7 Makanan yang Harus Dihindari Oleh Penderita Hipertensi

0
23

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah di dalam tubuh meningkat melebihi batas normal. Pada umumnya tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg. Seseorang didiagnosis mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Penyakit hipertensi ini disebabkan oleh faktor keturunan dan pola makan yang buruk.

Untuk mengontrol tekanan darah, penderita hipertensi dianjurkan untuk memperhatikan pola makannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa makanan tertentu yang memicu kenaikan tekanan darah dan memperparah kondisi penderita. Oleh karena itu, sebaiknya penderita hipertensi mengetahui jenis makanan yang diperbolehkan dan yang harus dihindari.

Berikut 7 makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi:

  1. Garam

Garam adalah salah satu penyedap masakan yang dapat memberikan rasa lezat dan gurih pada makanan. Tentu sebagian besar orang sangat menyukai makanan yang mengandung garam. Pasalnya, tanpa ada garam maka rasa makanan akan menjadi hambar.

Sayangnya, terlalu sering mengonsumsi garam dapat menaikkan tekanan darah, terutama jenis garam meja. Hal ini dikarenakan garam mengandung natrium yang tinggi. Sehingga mengonsumsi garam secara berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan kerusakan jantung. Asupan natrium yang disarankan adalah tidak lebih dari 2400 mg perhari.

  1. Minuman keras atau alkohol

Alkohol merupakan jenis minuman keras yag sebaiknya dihindari oleh siapapun. Pengonsumsian alkohol dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arterosklerosis), serta merusak dinding pembuluh arteri tersebut. Apabila pembuluh darah arteri mengalami penyempitan, maka terjadi peningkatan tekanan darah yang mengalir lewat pembuluh sehingga menyebabkan hipertensi.

  1. Makanan kalengan

Makanan kalengan juga merupakan sumber natrium tinggi. Biasanya makanan kalengan diawetkan dengan air garam. Oleh karena itu, penderita hipertensi harus menbatasi konsumsi makanan kalengan, seperti buah dan sayur kalengan.

Apabila anda ingin mengonsumsi makanan kalengan, sebaiknya bilas makanan tersebut (buah atau sayuran) dengan air terlebih dahulu untuk mengurangi kadar garamnya. Di samping itu, anda juga dianjurkan mendidihkan sayuran asin selama 10 menit sebelum dikonsumsi.

  1. Makanan olahan

Makanan olahan, seperti mie instan, sup kaleng, roti asin, dan makanan berpengawet lainnya adalah jenis makanan yang harus dihindari penderita hipertensi. Makanan olahan mengandung tinggi lemak, garam, danĀ  kurang mempunyai kandungan asupan nutrisi. Makanan olahan tak hanya meningkatkan risiko hipertensi, tetapi juga memicu obesitas dan penyakit kardiovaskular.

  1. Minuman berkafein

Kafein adalah salah satu stimulant yang dapat mempersempit pembuluh arteri, meningkatkan tekanan aliran darah, dan memicu terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, sebaiknya batasi pengonsumsian minuman berkafein seperti kopi. Usahakan untuk tidak mengonsumsi kopi lebih dari 2 cangkir sehari.

  1. Makanan manis

Pada umumnya makanan manis mengandung kadar gula yang tinggi. Makanan manis dapat memicu terjadinya diabetes dan obesitas. Beberapa penelitian menyatakan bahwa seseorang yang menderita obesitas rentan mengalami hipertensi. Contoh makanan manis yang harus dibatasi pengonsumsiannya, yaitu kue kering, gula, permen, soda, dan kue basah.

  1. Makanan tinggi lemak jenuh (lemak trans)

Lemak jenuh merupakan jenis lemak jahat (LDL) yang dapat memicu obesitas dan penyumbatan pembuluh darah. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa seseorang yang menderita obesitas rentan terhadap hipertensi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tinggi lemak harus dibatasi. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti makanan cepat saji, gorengan, makanan yang bermentega, dan bermagarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here