arti label makanan

Perhatikan Arti Label Pada Makanan Ini Sebelum Anda Membelinya

Posted on

Setiap makanan pasti ada label makanan yang tertera. Label makanan memiliki arti masing-masing. Label makanan memang sering terasa asing bagi kita. Label makanan seringkali membuat kita bertanya-tanya. Oleh sebab itu ada baiknya jika anda mengenali arti label setiap makanan sehingga tidak salah memilih makanan.

Ada begitu banyak pilihan produk di supermarket yang membuat Anda kadang bingung memilih. Manakah produk terbaik untuk mendukung diet Anda? Apakah produk bebas lemak memang adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan? Ya, Anda membutuhkan trik untuk bisa memutuskan merek/produk mana yang terbaik dan paling sesuai untuk diet Anda. Salah satunya adalah dengan membaca label pada kemasan makanan.

Tapi masalahnya, ada begitu banyak istilah yang membingungkan Anda. Apakah low fat sama artinya dengan bebas lemak? Mana yang terbaik, low sugar atau sugar free? Tenang, setelah Anda membaca ‘kamus’ di bawah ini, Anda akan jauh lebih percaya diri ketika belanja ke supermarket. Berikut adalah berbagai klaim kesehatan yang kerap membingungkan Anda, plus arti di balik setiap klaim tersebut:

  • Reduced fat: kandungan lemak dalam produk ini telah dikurangi sebesar 25%.
  • Low fat: produk makanan ini hanya mengandung 3 g lemak atau kurang.
  • Fat free: meski arti harafiahnya adalah bebas lemak, tapi nyatanya produk yang mencantumkan klaim ini masih mengandung lemak kurang dari 0,5 g.
  • Cholesterol free: biasanya digunakan pada produk yang berbahan dasar nabati/sayuran, seperti minyak sayur, tapi tidak berarti produk tersebut sama sekali bebas lemak.
  • No sugar added/unsweetened: tidak ada pemanis yang ditambahkan ke dalam produk ini, tapi umumnya produk tetap menggunakan gula alami yang memiliki tingkat kemanisan rendah, seperti buah.
  • Low sodium: kadar garam pada produk tersebut hanya setengah dari versi produk regulernya.
  • Light: produk tersebut jauh lebih ringan dalam hal rasa, tekstur, dan warna. Meski begitu, belum tentu kalori atau lemaknya rendah.
  • Calorie reduced: kalori produk tersebut hanya setengah lebih rendah dari produk regular. Tapi, bukan berarti rendah kalori, ya.
  • Source of diatery fiber: produk tersebut mengandung serat alami yang cukup tinggi. Biasa ditemui pada roti tawar berbahan dasar gandum, atau sereal.

Nah, setelah Anda memahami istilah-istilah klaim yang biasa tertulis di kemasan makanan, Anda juga perlu tahu keterangan lain yang ada pada label makanan. Ini dia:

  • Ingredient list (komposisi makanan): Berisi keterangan daftar bahan makanan yang digunakan dalam produk, dan biasanya dimulai dari bahan makanan utama yang paling banyak digunakan.
  • Nomor pendaftaran pangan: Nomor pendaftaran berupa 12 digit angka izin yang dikeluarkan oleh Badan POM RI, bertuliskan BPOM RI MD untuk makanan olahan yang diproduksi di dalam negeri dan BPOM RI ML untuk makanan olahan dari luar negeri.
  • Tanggal kedaluarsa: Berisi keterangan mengenai batas akhir suatu makanan olahan masih dapat dikonsumsi. Cara penulisannya dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
  1. use by, artinya tanggal akhir produk tersebut masih bisa dikonsumsi. Biasanya untuk makanan kemasan yang mudah rusak seperti susu pasteurisasi, yogurt, krim, dan keju.
  2. best before, artinya tanggal akhir untuk penggunaan optimal. Biasanya untuk makanan kemasan yang masa simpannya lebih dari 6 minggu, misalnya minuman, produk beku, dan bumbu dapur.
  3. production date, atau tanggal pembuatan, biasanya dicantumkan pada produk yang masa simpannya lama, seperti susu bubuk.
  • Peringatan penggunaan: Perhatikan juga kalimat peringatan seputar bahan baku atau penggunaan makanan. Misal, makanan olahan yang menggunakan daging babi harus mencantumkan “Mengandung babi”.
  • AKG (Angka Kecukupan Gizi): Angka ini menunjukkan sejauh mana setiap komponen bahan makanan dapat memenuhi kebutuhan harian nutrisi Anda.
  • Serving size: Saran penyajian makanan. Misal, produk yang Anda beli mengandung 220 kalori per sajian dan serving size 5 buah. Itu artinya, Anda akan memasukkan 220 kalori ke dalam tubuh jika mengonsumsi 5 buah produk tersebut. Jika Anda hanya makan 1 buah, maka kalori yang masuk hanya 44 kalori.

Semoga kita lebih bijak lagi dalam memilih makanan dengan cara memperhatikan setiap arti label makanan yang tertera pada kemasan.

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.