Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Jantung

0
93

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Jantung – Merokok lebih berbahaya dibandingkan mengonsumsi kokain dan heroin. Kesimpulan itulah yang dapat disampaikan untuk menggambarkan bahaya merokok. Surgeon General menyimpulkan bahwa nikotin ternyata lebih berbahaya daripada heroin dan kokain. Mengonsumsi kokain berarti sama saja dengan melakukan kriminal berat, apalagi mengedarkan, menjual bahkan menggunakannya.

Akan tetapi kita seringkali menemukan orang merokok dengan bebas di setiap jalan tanpa adanya kekhawatiran akan bahayanya. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat bahaya merokok sebenarnya lebih bahaya dibanding kokain.

Perokok berat seringkali dikarenakan kecanduan dari hisapannya yang pertama. Mungkin awalnya ingin mencoba-coba 1 batang akan tetapi pada akhirnya kecanduan dan selalu mengulang untuk merokok. Megonsumsi rokok pertama kali sama saja dengan penggunaan heroin. Pertama-tama ia akan merasakan mual bahkan muntah-muntah. Sebenarnya itu adalah gejala dari kecanduan.

Dalam salah satu artikel yang dimuat The England Journal of Medicine yaitu tulisan Dr. Neal Benowitz mengatakan bahwa orang yang merokok sama saja dengan kecanduan obat-obatan terlarang seperti kokain dan heroin. Dr. Richard Pollin, seorang direktur National on Drug Abuse juga mengatakan bahwa orang yang merokok adalah bahaya yang sangat serius bagi generasi bangsa apalagi dengan tersebarnya kebiasaan merokok justru menimbulkan efek kecanduan bahkan lebih berbahaya dari heroin. Dengan merokok maka seluruh tubuh akan merasakan dampak buruknya dalam waktu yang relatif singkat.

Merokok Menyebabkan Penyakit Jantung Koroner

Orang yang telah kecanduan dengan rokok pada hakekatnya memiliki jantung yang tidak sehat. Kondisi jantung dan paru-paru perokok tidak akan dapat bekerja secara maksimal. Para perokok dapat terancam berbagai macam penyakit seperti stroke, penyakit jantung koroner, bronkhitis, bahkan kanker. Maka sebenarnya ketika seseorang kecanduan rokok maka ia telah menyiapkan dirinya untuk terserang penyakit berat.

Merokok dapat berperan pada timbulnya penyakit jantung koroner serta penyakit kardiovaskuler. Di antara penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Asap yang terkandung pada rokok adalah zat nikotin yang dapat memacu terjadinya pengeluaran zat-zat adrenalin. Zat adrenalin dapat merangsang denyut jantung dan tekanan darah sehingga jantung akan lebih sering berdebar dibanding dalam kondisi normal.
  • Sebatang rokok mengandung zat karbon monoksida. Zat ini memiliki kemampuan lebih kuat dibandingkan sel darah merah atau hemoglobin dalam upaya menyerap oksigen. Sehingga dapat memperkecil kapasitas darah merah dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh termasuk pada organ jantung.
  • Merokok dapat menghilangkan angina. Angina adalah sesuatu yang terdapat pada dada yang dapat memberikan signal timbulnya penyakit jantung. Apabila signal ini hilang maka jantung akan lebih rentan terserang penyakit jantung sehingga akan sangat membahayakan kesehatan jantung.
  • Para perokok lebih rentan terserang penyakit berat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Faktor penyakit jantung koroner yang tidak dapat dihindari

Merokok adalah faktor yang masih dapat dihindari asalkan ada kemauan untuk menghindarinya. Di samping itu ada faktor yang menyebabkan penyakit jantung yang tidak dapat dihindari seperti berikut ini:

  • Faktor keturunan

Keluarga yang memiliki riwayat pernah mengalami penyakit jantung sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk terserang penyakit jantung pula. Penyakit jantung koroner dapat diturunkan karena penyakit jantung akan bersatu dengan darah penderitanya dan akan diturunkan.

  • Faktor umur

Penyakit jantung koroner seringkali menyerang mereka yang telah lanjut usia khususnya 40 tahun ke atas. Seiring dengan semakin melemahnya fungsi jantung pada usia lanjut apabila kesehatannya tidak dijaga tentu akan berakibat pada serangan jantung yang dapat mengakibatkan kematian.

  • Faktor jenis kelamin

Jenis pria juga menentukan potensi terserang penyakit jantung koroner. Lelaki memiliki potensi yang lebih besar terserang penyakit jantung koroner dibandingkan wanita. Akan tetapi ketika wanita mengalami monopause maka resiko terserang penyakit jantung koroner akan semakin meningkat terutama apabila wanita mulai menginjak usia 65 tahun.

Agar kita terhindar dari segala risiko penyakit jantung koroner maka sebisa mungkin kita mulai meminimalisir faktor risiko yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung. Salah satu upayanya adalah dengan membiasakan pola hidup sehat agar kesehatan jantung selalu terjaga.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here