Bahaya Penyakit Sariawan pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Posted on

Penyakit sariawan merupakan kondisi yang mana mulut mengalami luka. Kondisi tersebut pada umumnya ditandai dengan munculnya luka yang berwarna putih agak kekuning-kuningan. Meskipun jenis penyakit ini tidak tergolong penyakit yang sangat berbahaya namun ketika bayi terkena penyakit yang satu ini justru akan sangat rewel dan sangat meresahkan orang tua. Maka para orang tua tidak bisa menganggap penyakit yang satu ini sebagai penyakit yang biasa saja. Anak yang terkena sariawan akan sangat terganggu karena rasa perih yang dialami pada mulutnya. Fenomena ini memang sangat jarang ditemui namun demikian tidak menutup kemungkinan bayi-bayi yang kurang kekebalan tubuhnya akan sangat rentan terserang penyakit sariawan.

Penyakit sariawan yang menyerang orang dewasa seringkali membuatnya tidak nyaman untuk bekerja dan melakukan kegiatan apa saja bahkan berbicara sekalipun. Untuk itu sebaiknya anda selalu waspada supaya bayi anda tidak terserang sariawan.

Pada kasus orang dewasa penyakit sariawan dapat dialami dikarenakan terjadinya gesekan antara permukaan mulut dengan gigi. Gesekan yang keras dan dalam mengakibatkan kulit mulut terluka. Di samping itu sariawan juga dikarenakan suhu panas dalam tubuh yang mengakibatkan bibir mengalami pecah-pecah sehingga terjadilah sariawan. Berbeda pada kasus bayi. Pada anak balita penyakit sariawan lebih dikarenakan oleh adanya jamur candida. Jamur inilah yang dapat membuat bibir bayi mengalami infeksi sehingga bayi mengalami sariawan.

Bagaimana cara mengobati penyakit sariawan?

Tingkat keparahan penyakit sariawan yang diderita para balita sangat tergantung dengan banyaknya jamur candida yang terdapat pada mulut bayi. Semakin tinggi jumlah jamur tersebut maka dapat dipastikan  balita tersebut akan lebih para penyakit sariawan yang muncul pada langit-langit mulut. Hal tersebut dapat diperparah oleh kondisi kekebalan tubuh si bayi yang belum sempurna sehingga tubuh bayi tidak mampu memproduksi antibiotik secara mandiri untuk memproteksi diri dari serangan jamur candida tadi.

Sebagai orang tua yang peduli dengan kesehatan bayi anda tentu tidak tega jika melihat anak menderita penyakit sariawan. Bayi tidak bisa tidur nyenyak dan anda pun akan sangat terganggu. Tapi anda tidak perlu hawatir karena anda bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mengobati penyakit sariawan pada bayi.

  • Perhatikan pola makan orang tua atau ibu

Asupan makanan atau vitamin yang masuk ke dalam tubuh bayi sangat terpengaruh dari apa saja yang dikonsumsi oleh orang tua khususnya ibu. Makanan yang dikonsumsi oleh orang tua akan dimakan pula oleh anak melalui ASI atau air susu ibu. Memang air susu ibu memiliki sejuta manfaat untuk menjaga kesehatan bayi. Namun demikian jamur candida juga dapat berkembang biak dengan cepat apabila kandungan ASI pada orang tua lebih banyak terkandung gula di dalamnya.

Untuk itu, ada baiknya para ibu mulai mengontrol konsumsi makanan yang banyak terkandung gula. Misalnya makanan olahan atau junk food merupakan makanan yang banyak menyumbang gula pada makanan dan sebaiknya anda mulai menghindarinya. Untuk mengantisipasi dari kadar gula tinggi anda bisa memulai mengonsumsi makanan yang banyak mengandung probiotik misalnya suplemen probiotik yang dianjurkan oleh dokter serta yogurt.

  • Manfaatkan kandungan sinar matahari

Karena penyakit sariawan pada bayi dikarenakan jamur candida maka salah satu cara mengobatinya adalah dengan memanfaatkan kandungan sinar matahari. Jamur candida sangat nyaman dengan kelembaban sehingga jamur akan mudah berkembang apabila kondisi sekitarnya lembab. Nah agar bayi segera sembuh maka biasakan menjemur bayi setelah mandi kurang lebih 15-20 menit agar sinar matahari mampu membunuh jamur tersebut secara langsung. Meskipun demikian ada baiknya juga jika anda sering menjemur bayi anda meskipun tidak terserang penyakit sariawan.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.