Perhatikan Batas Aman Gula, Garam, dan Lemak Agar Tidak Terserang Diabetes

Posted on

Penyakit seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi semakin sering datang menghampiri orang-orang dengan gaya hidup kurang sehat. Itu sebabnya, kini tak sedikit orang yang melakukan langkah pencegahan sejak dini dengan cara membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, yang kerap dituding sebagai pencetus munculnya berbagai penyakit berbahaya tersebut. Tak sedikit pula yang melakukan pembatasan ketiga zat tersebut pada anak-anaknya. Benarkah langkah tersebut? Pasalnya, ketiganya sebenarnya memberi manfaat bagi pertumbuhan anak, sehingga masih perlu dikonsumsi dalam takaran yang tepat. Tapi, seberapa tepat? Yuk, kenali batas aman konsumsi tiga serangkai penyedap tersebut!

Garam

Batas maksimal konsumsi sodium yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah sebesar 6 gram atau setara dengan satu sendok teh. Sedangkan untuk anak-anak adalah separuh dari nilai yang berlaku pada orang dewasa, yaitu di bawah1000-1500 mg sodium per hari atau setara dengan setengah sendok teh garam dapur. Tapi, perlu diingat bahwa jumlah itu adalah nilai total sodium yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, bukan semata-mata jumlah garam yang dibubuhkan ke dalam masakan, melainkan termasuk juga garam yang terkandung secara alami dalam berbagai jenis makanan.

Gula

Asupan energi yang didapatkan dari gula berupa karbohidrat juga memiliki batasan konsumsi ideal, yang nilai persentasenya sama untuk orang dewasa maupun anak-anak. Sekitar 50 persen dari asupan energi di dalam tubuh kita harus berasal dari karbohidrat, dan dari jumlah tersebut, maksimal hanya 20 persen di antaranya—atau hanya sekitar 10 persen dari total energi keseluruhan─yang diperbolehkan berasal dari jenis karbohidrat sederhana (gula). Sisanya, harus diperoleh dari konsumsi berbagai jenis karbohidrat kompleks semacam nasi merah, roti gandum, oatmeal, ubi, kentang, dan lain-lain.

Berhubung jumlah kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis aktivitas fisiknya, maka takaran asupan gula maksimal pada setiap orang juga tidak selalu sama. Untuk anak usia 2 – 12 tahun, organisasi American Heart Association memberikan takaran yang berlaku secara garis besar, yaitu maksimal 2 – 3 sendok teh per hari. Sedangkan bagi orang dewasa, berdasarkan rekomendasi British Nutrition Foundation, batas maksimal asupan gula harian adalah 90 gram atau tidak lebih dari setengah cangkir. Tapi jangan lupa, jumlah ini meliputi pula kandungan gula dalam berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi sehari-hari, termasuk dalam buah-buahan, kue, dan nasi.

Lemak

Tubuh kita memerlukan sekitar 25 – 30 persen asupan energi yang berasal dari lemak. Nilai ini berlaku sama bagi orang dewasa maupun anak-anak, kecuali pada bayi berumur di bawah satu tahun yang masih memerlukan cadangan lemak lebih banyak. Dari jumlah kuota tersebut, mayoritas sebaiknya diperoleh dari konsumsi lemak tak jenuh yang pada umumnya terkandung di dalam sumber makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Meski begitu, bukan berarti asupan lemak jenuh menjadi tak boleh dikonsumsi. Anda tetap boleh mengonsumsi daging merah yang umumnya mengandung lemak jenuh, tapi pastikan jumlahnya hanyalah sekitar 10 – 30 persen dari asupan lemak total.

Intinya, tak perlu takut dengan garam, gula, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Tak perlu pula menunjukkan sikap ekstrem dengan memantang ketiga zat tersebut, karena garam, gula, dan lemak juga memiliki peran penting dalam tubuh Anda. Yang perlu dimengerti adalah bahwa segala jenis bahan makanan itu tidak berbahaya selama Anda tahu cara mengonsumsinya serta memahami takaran jumlah asupan yang benar.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.