Cara Mengobatii Alergi Makanan Pada Anak
Cara Mengobatii Alergi Makanan Pada Anak

Cara Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak Secara Tepat

Posted on

Jumlah anak yang menderita alergi, terutama alergi makanan, semakin banyak. Demikian pernyataan Todd Mahr, M.D., spesialis imunologi dan alergi anak dari Gundersen Lutheran Medical Center, Wisconsin.

Studi terbaru menyebutkan bahwa jumlah anak di bawah usia 18 tahun yang mengalami alergi makanan mencapai dua kali lipat dibanding yang diprediksikan oleh para ahli sebelumnya, yaitu sekitar 6 juta anak, atau 8% dari total populasi anak di Amerika.

Alergi pada anak sebagian besar diturunkan dari orang tua atau kakek-nenek kepada anak. Bila Anda atau pasangan menderita gejala alergi, maka risiko yang mungkin diturunkan kepada anak adalah sekitar 25 – 30%. Risiko alergi pada anak akan meningkat menjadi 60 – 70% bila baik Anda maupun pasangan mengalami alergi.

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Alergi pada anak bisa dikelola, agar serangannya tidak datang terlalu sering. Anda hanya harus melakukan hal-hal di bawah ini:

Kenali gejala alergi

Reaksi akibat alergi makanan biasanya akan terjadi dalam waktu beberapa menit hingga satu jam setelah anak mencerna makanan tersebut. Gejalanya dapat berupa pembengkakan di mulut atau tenggorokan, napas berbunyi, kesulitan bernapas, gatal-gatal, timbul ruam di kulit, atau kulitnya menjadi pucat.

Jika anak tampak mengalami gejala-gejala di atas setelah mengonsumsi sesuatu, terutama kesulitan bernapas, segeralah bawa ia ke IGD untuk mendapat pertolongan pertama.

Cara Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak Dengan Cepat
Cara Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak Dengan Cepat

Boleh saja membawanya melakukan tes alergi

Sebagian ahli berpendapat bahwa tes alergi tidaklah terlalu penting untuk dilakukan. Tapi, jika anak Anda mengalami alergi pada banyak jenis makanan sekaligus, atau serangan alergi sering sekali datang, maka tak ada salahnya Anda membawa anak untuk melakukan tes alergi makanan.

Biasakan membaca label makanan

Hal ini wajib hukumnya jika anak Anda telah didiagnosa mengalami alergi makanan tertentu. Tapi masalahnya, tidak semua alergen (substansi pada makanan yang mencetus alergi) tertulis di label. Jika Anda tak yakin dengan ingredient satu jenis makanan, sebaiknya tidak menyajikan makanan tersebut pada anak. Lebih baik Anda bermain aman saja.

Kenali makanan pencetus alergi

Sebenarnya, semua jenis makanan dapat menimbulkan reaksi alergi. Tapi, setiap jenis makanan mempunyai derajat alergenitas yang berbeda-beda. Beberapa jenis makanan yang paling sering menimbulkan alergi antara lain susu, telur, kacang tanah, gandum, kedelai, kerang, dan ikan. Meski begitu, anak Anda mungkin saja mengalami alergi terhadap jenis makanan lain di luar daftar di atas.

Biasakan anak mencuci tangan

Minta anak Anda untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan air dan sabun setiap kali ia akan menyentuh makanan. Anda tidak pernah tahu apa saja yang telah disentuh oleh anak, dan bisa saja di antaranya adalah alergen yang bisa mencetus alerginya.

Cara Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
Cara Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak

Selalu sedia obat anti alergi

Tak semua gejala alergi harus Anda bawa ke rumah sakit. Pada gejala yang tidak terlalu ringan, seperti gatal-gatal atau ruam pada kulit, Anda bisa mengatasinya sendri di rumah dengan persediaan obat-obatan anti alergi, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan oleh dokter.

Sediakan bekal makanan yang aman

Saat ada acara makan-makan di luar, pesta ulang tahun teman, atau di perjalanan, ada kalanya Anda tak bisa menemukan makanan yang aman untuk dikonsumsi anak. Nah, sediakan selalu bekal makanan yang aman untuk situasi seperti ini. Dengan begitu, anak akan terhindar dari risiko reaksi alergi yang terduga.

Jangan sengaja membiarkan anak terpapar makanan pencetus alergi

Banyak orang tua beranggapan bahwa dengan membiasakan anak terpapar makanan pencetus alergi, maka dapat membuat alerginya semakin ringan, bahkan hilang. Ini tidak benar. Bahkan, tindakan ini bisa memperberat alerginya. Secara teoritis, alergi tak bisa dihilangkan, tetapi dapat dijarangkan frekuensi kekambuhannya serta dikurangi beratnya keluhan seiring dengan pertambahan usia anak.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.