Manfaat vaksin bagi kesehatan
Manfaat vaksin bagi kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Dengan Melakukan Vaksinasi

Posted on

Punya anak sehat dan tumbuh sempurna, tentu jadi dambaan setiap orang tua. Beragam cara ditempuh orang tua untuk memastikan anaknya tumbuh sehat dan optimal. Tak hanya memberikan nutrisi yang baik, tapi juga memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang tepat di setiap tahap usianya. Di tahun pertama hidupnya saja, anak sudah diwajibkan untuk melakukan lima imunisasi dasar untuk mencegah penyakit yang berbahaya baginya, yaitu BCG, hepatitis B, polio, DTP (difteri, tetanus, pertusis), dan campak.

Sayangnya, masih banyak kontroversi seputar vaksinasi yang beredar di luaran sana. Kelompok orang tua yang anti vaksinasi menganggap bahwa pemberian vaksin sama artinya dengan memasukkan racun ke dalam tubuh anak. Belum lagi beberapa material dalam pembuatan vaksin disinyalir masih ada yang statusnya haram dalam Islam, seperti enzim yang berasal dari babi.

Memang, sih, hal ini bagaikan pedang bermata dua yang mungkin sulit mendapatkan solusinya. Tapi, cobalah Anda sedikit membuka mata dan melihat fakta yang ada di sekitar saat ini. Di Indonesia saja, setiap tahunnya terdapat 1,4 juta kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun yang disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi. Angka ini setidaknya menunjukkan pada Anda bahwa meski pemerintah telah mewajibkan imunisasi dasar bagi anak di bawah 1 tahun, masih banyak orang tua yang mengabaikannya dengan berbagai alasan.

cara menjaga kesehatan dengan vaksinasi
cara menjaga kesehatan dengan vaksinasi

Kelompok yang anti pada vaksinasi seringkali mengabaikan aspek pencegahan terhadap penyakit. Padahal, masalah kesehatan tidak terbatas pada pengobatan setelah sakit saja, tetapi juga pencegahan terhadap berbagai hal yang menimbulkan potensi penyakit. Aspek pencegahan telah disebutkan dalam salah satu hadits Nabi SAW: “Jagalah lima hal sebelum datang lima hal: hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, dan waktu lapang sebelum sempit”.

Kemudian ada juga hadits lain yang menyebutkan bahwa “Mukmin yang kuat lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah”. Kedua hadits tersebut mengisyaratkan seorang muslim harus menjaga dan melakukan aspek pencegahan dalam bidang kesehatan. Dan, bagaimana cara spesifik untuk mencegah penyakit, tentu diserahkan kepada ahlinya, dalam hal ini para pakar kesehatan.

Tubuh yang sehat saja ternyata tidaklah cukup untuk menangkal berbagai jenis penyakit menular yang berbahaya. Untuk mendapat kekebalan tubuh yang maksimal untuk melawan berbagai infeksi, tubuh anak perlu mengenal mikroorganisme melalui vaksinasi. Dan menurut penelitian, sudah terbukti ada banyak, lho, penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi yang tepat di waktu yang tepat pula, di antaranya difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, rotavirus, infeksi pneumokokus, polio, haemophilus influenza tipe B (Hib), hepatitis A, influenza, dan kanker serviks.

Tak usah khawatir berlebihan, meski berasal dari mikroorganisme hidup, vaksin seratus persen aman karena telah melewati penelitian hingga puluhan tahun sebelum akhirnya bisa diaplikasikan pada manusia. Sebelum suatu vaksin diizinkan penggunaannya di sebuah negara, tentu harus dilakukan penilaian mutu vaksin yang dilakukan oleh badan pengawas obat setempat seperti halnya BPOM di Indonesia. Di tahap inilah par ahli eksehatan kemudian akan menyatakan apakah vaksin tersebut benar-benar terbukti aman dan bermanfaat.

Bagi orang tua, yang perlu diketahui tak hanya informasi soal jenis dan kegunaan vaksinasi, tapi juga soal jadwal vaksinasi yang tepat, karena vaksinasi sebaiknya diberikan sesuai jadwal untuk mendapatkan imunitas yang optimal. Nah, sudahkah Anda memberikan vaksin tepat waktu pada anak Anda?

 

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.