Cara Tepat Mengasah Otak Anak Agar Lebih Cerdas

Posted on

Ciapa yang tidak suka dan bangga apabila memiliki anak yang cerdas. Semua orang tua tentu mendambakan anak yang baik akhlaknya serta cerdas pikirannya. Pertanyaannya, apakah kecerdasan anak bisa dibentuk?, lantas bagaimana cara membentuk kecerdasan anak?. Pertanyaan tersebut seringkali terlontar dari pikiran setiap orang tua. Wajar saja berbagai tindakan dilakukan oleh orang tua agar anaknya bisa menjadi cerdas otaknya.

Pada dasarnya, semua anak telah dibekali oleh Penciptanya dengan saraf neuron. Saraf neuron merupakan sel saraf penyusun kecerdasan otak manusia. Menurut ilmu kedokteran, manusia memiliki kurang lebih 100 milyar saraf neuron. Namun itu adalah ukuran otak bayi, dan ketika bayi tumbuh dewasa maka sel saraf neuron tersebut pun ikut tumbuh dan berkembang. Untuk itu saraf yang selalu dirangsang dengan baik sejak mereka bayi maka tidak menutup kemungkinan kecerdasannya akan terpacu dan meningkat.

Tumbuh kembang otak anak adalah tanggungjawab para orang tua. Anak akan menjadi cerdas apabila orang tuanya memperhatikan perkembangan anaknya dengan baik. Termasuk juga mendidik, melatih, mengajari, serta mengontrol pertumbuhan anaknya pada masa-masa pertumbuhan. Hal ini bertujuan untuk merangsang sel saraf yang terdapat pada otak anak selalu terlatih dengan baik.

Sebenarnya ada strategi-strategi khusus yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk melatih kecerdasan anak sejak dini. Dan berikut ini adalah beberapa teknik melatih kecerdasan otak pada si kecil.

Selalu mengajak anak berinteraksi aktif

Sebenarnya teknik melatih otak anak saat masih kecil terbilang sangat mudah. Teknik awal yang perlu anda lakukan ialah memperbanyak berkomunikasi atau berinteraksi dengan anak. Meskipun mereka tidak dapat merespon secara langsung namun pada dasarnya mereka mampu merekam suara dan segala aktifitas yang ada di sekitarnya.

Selain mengajak anak berbicara strategi mengasah otak anak yang lain adalah dengan melakukan gerak ekspresi wajah ketika anda berkomunikasi dengan mereka. Ekspresi dengan wajah akan direkam oleh anak anda untuk itu hindari perilaku negatif di depan anak. Sebab apa yang mereka rekam sejak kecil akan dilakukan juga ketika dewasa nanti.

Memberi sentuhan dengan lembut ketika bayi menangis

Menangis adalah ekspresi yang seringkali dilakukan oleh bayi. Wajar saja karena mereka belum bisa berbicara dengan baik. Nah, ketika anak menangis inilah waktu yang tepat untuk memberikan rangsangan kepada otak si kecil. Sentuhan yang lembut akan memberikan rasa tenang pada bayi. Anda bisa membelainya di bagian rambut, badan, dan juga tungkainya. Perilaku seperti ini akan memberikan stimulus serta dapat menyambungkan saraf neurologis anak. Saraf neurologis yang saling terkait akan dapat mengoptimalkan kecerdasan anak. Di samping itu juga dapat memperkuat hubungan ibu dan anak.

Membacakan al-Quran atau cerita

Mungkin hal ini tidak masuk akal orang dewasa. Akan tetapi yang perlu disadari ialah bahwa anak yang sering dibacakan al-Quran atau cerita sebenarnya mereka merekam apa yang didengarnya. Bayi juga akan mengingat kata-kata yang didengarnya. Di samping itu ayat al-Quran juga ternyata mampu memberikan efek tenang bagi yang mendengarnya. Sehingga mereka yang mendengar quran akan terstimulus memorinya.

Bermain dengan tangan

Mengajak bermain anak dengan perantara tangan ini mungkin strategi atau teknik yang umum dilakukan oleh orang tua. Memang permainan tangan seperti “cilukba” ternyata manpu membantu kecerdasan anak. Sebab hal ini dapat melatih konsentrasi dan daya pikir anak.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.