Faktor Resiko Penyebab Serangan Jantung dan Gejalanya

0
21

Jika bicara mengenai penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, maka serangan jantung adalah satu diantaranya. Data WHO pada tahun 2005 silam mencatat bahwa 17,5 juta kasus kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, statistik tersebut sebanding dengan nilai 30 % dari angka kematian pada tahun tersebut, yaitu sebanyak kurang lebih 58 juta kasus kematian.

WHO juga memprediksi bahwa angka ini akan terus meningkat hingga mencapai angka 20 juta jiwa pada tahun 2015.  Di Indonesia sendiri, penyakit jantung ini menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian.Serangan jantung sendiri adalah kondisi kesehatan , dimana aliran darah ke jantung terhenti dan menyebabkan matinya sel jantung.

Penyakit yang juga memiliki nama lain” infark miokardial” dalam dunia kesehatan ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini terjadi akibat tumpukan atau akumulasi kolesterol di dalam tubuh. Selain menyebabkan penyempitan pembuluh darah, penumpukan kolesterol pada dinding arteri  ini juga berpotensi menyebabkan kekakuan pembuluh koroner. Kolesterol yang menumpuk pada dinding arteri ini akan berubah menjadi plak yang akan menyebabkan penyempitan arteri dan menghambat aliran darah menuju ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan supply darah ke jantung terhenti dan memicu serangan jantung.

Indikasi penyakit jantung sendiri dapat dipicu oleh cukup banyak faktor, beberapa diantaranya adalah:

Faktor usia

Jika membahas mengenai fakto usia ini, maka sudah barang tentu, kategorinya  akan dipisah menjadi pria dan wanita. Untuk pria, pria akan memiliki resiko terkena penyakit jantung ketika ia memasuki usia 45 tahun. Sedangkan wanita akan mengalami peningkatan persentase untuk terkena serangan jantung ketika telah mengalami menopause. Menopause sendiri biasanya akan dialami oleh wanita pada kisaran usia 55 tahun atau lebih.

Faktor genetik atau turunan

Seseorang dengan riwayat penyakit jantung sudah barang tentu harus lebih berhati-hati , hal itu dikarenakan ia akan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.

Menderita diabetes

Seseorang dengan penyakit diabetes memiliki resiko sangat tinggi untuk terkena penyakit jantung sebagai bentuk dari komplikasi dengan gangguan organ lain.

Kolesterol yang tinggi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa serangan jantung dapat terjadi dikarenakan penumpukan kolesterol. Kolesterol yang dimaksud disini tentu saja merupakan kolesterol jahat(LDL), kolesterol jahat(LDL) yang menempel dan mengeras pada dinding pembuluh arteri dapat menyebabkan penyempiatan pembuluh darah serta menghambat aliran darah ke jantung.

Perokok aktif dan pasif

Seorang perokok aktif memiliki resiko extra untuk mendapat serangan jantung, hal tersebut dibuktikan dari penelitian yang memamparkan bahwa 20% kasus serangan jantung disebabkan oleh merokok. Resiko ini tidak hanya mengancam perokok aktif, perokok pasif juga memiliki resiko yang cukup tinggi mendapatkan masalah kesehatan ini.

Seseorang yang tengah mengalami serangan jantung pada umumnya biasa menunjukkan beberapa gejala seperti:

Denyut jantung yang tidak stabil dan teratur

Hal ini merupakan gejala yang cukup membahayakan, terlebih apabila hal ini disertai dengan sesak napas dan kelelahan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka gejala ini dapat menyebabkan stroke hingga kematian.

Nyeri pada dada

Rasa nyeri atau sesak pada dada ini merupakan salah satu gejala utama dari serangan jantung. Munculnya rasa sakit/ nyeri atau sesak pada area dada yang juga dikenal dengan istilah angina ini biasanya dapat dipicu oleh pengaruh emosional dan tekanan fisik.

Pembengkakan pada beberapa daerah tubuh

Biasanya pembengkakan ini terjadi pada area pergelangan kaki ataupun perut penderita.

Rasa mual

Rasa mual yang muncul ini merupakan bentuk komplikasi dari pembengkakan yang terjadi pada area perut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here