Ibu Menyusui Diberi Keringanan untuk Tidak Berpuasa

Posted on

Puasa di bulan Ramadhan telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib puasa. Namun pada golongan tertentu, Allah SWT juga telah memberikan keringanan untuk boleh tidak berpuasa, dan mewajibkan qadha atas mereka pada waktu lain ataupun membayar fidyah. Salah satu golongan yang diberi keringanan tersebut menurut sebagian ulama adalah ibu menyusui. Hal ini juga didukung oleh pengetahuan medis, mengingat kondisi ibu menyusui yang umumnya kurang mendukung untuk menjalankan ibadah puasa, dan jika dipaksakan justru membahayakan kondisi sang ibu maupun bayi.

Bagi ibu menyusui yang masih memberi ASI eksklusif, mereka biasanya setiap 2 sampai 3 jam sekali harus memberikan ASI kepada bayinya. Apabila asupan makan berkurang maka kandungan zat gizi pada ASI juga berkurang. Padahal bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan sangat memerlukan gizi yang sempurna melalui ASI. Sedangkan ibu yang masih menyusui namun bayinya sudah mendapatkan makanan tambahan (di atas usia 6 bulan), puasa boleh saja dilakukan. Anda bisa mengatur untuk menyusui dengan frekuensi lebih sering di malam hari. Selain itu, upayakan juga agar bayi mendapat makanan pendamping yang lengkap gizi.

Kebutuhan kalori pada ibu menyusui lebih tinggi daripada ibu hamil, sehingga apabila ia menyusui sambil berpuasa, asupan makanan harus benar-benar diperhatikan. Dan, jangan segan-segan untuk segera berbuka ketika di tengah perjalanan menjalankan ibadah puasa Anda mengalami gangguan, seperti lemah atau sakit.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan ibu menyusui saat berpuasa :

  • Bayi Anda bisa minta disusui kapan pun ia merasa lapar, tak peduli bahwa Anda sedang berpuasa. Padahal, ketika berpuasa produksi ASI biasanya akan berkurang, karena Anda tidak minum dan makan seharian. Tapi, produksi ASI akan kembali berlimpah setelah waktu berbuka puasa. Karenanya, Anda perlu mengusahakan agar bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur. Siang hari, untuk meminimalkan bayi minta disusui, beri ia makanan dan cemilan yang mengenyangkan (khusus untuk bayi di atas usia 6 bulan).
  • Ketika produksi ASI berlimpah di malam hari, Anda bisa memerah kelebihan ASI dan menyimpannya di dalam kulkas untuk dikonsumsi bayi keesokan siang harinya. Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir bayi Anda kekurangan ASI di siang hari.
  • Pastikan Anda makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, 20 persen lemak setiap kali makan, untuk menghasilkan ASI yang berkualitas. Makanlah dalam porsi secukupnya, supaya perut tak terasa begah kekenyangan.
  • Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Jangan lupa untuk beristirahat sejenak setelah menyusui untuk mengembalikan energi. Selain itu, istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar. Ingat, kondisi tubuh yang prima akan mendukung produksi ASI tetap berlimpah.
  • Saat berpuasa, cairan tubuh akan berkurang sebanyak 2 hingga 3 persen. Banyak minum air putih saat berbuka, sahur, dan diantara kedua waktu tersebut. Air merupakan komponen utama ASI, oleh karena itu asupannya tidak boleh kekurangan.
  • Jika alarm tubuh  mengisyaratkan Anda harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri. Toh Anda bisa menggantinya di lain waktu setelah kebutuhan ASI bayi tidak terlalu banyak.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.