Inilah 10 Dokumen Yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Properti

Posted on

Berinvestasi pada bisnis properti agaknya tengah menjadi trend bagi masyarakat indonesia. Bagaimana tidak? Bisnis properti senantiasa menawarkan keuntungan yang tak sedikit terutama untuk dijadikan sebagai aset investasi jangka panjang. Cara berinvestasi pada bisnis properti pun sangatlah mudah. Anda tinggal membeli produk – produk properti yang anda kehendaki seperti rumah, tanah, ruko, rukan, condotel, vila, bungalow, dan lain sebagainya.

Ketika anda membeli aset – aset properti di atas, salah satu hal yang sangat perlu untuk anda perhatikan adalah masalah legalitas transaksi jual – beli serta pemindah – namaan aset properti dari pemilik sebelumnya kepada anda pasca transaksi. Legalitas proses jual – beli ini sangatlah penting untuk menghindarkan anda dari kerugian baik secara materiil maupun moril akibat dari munculnya konflik serta sengketa yang sangat mungkin terjadi kepada anda setelah properti yang anda beli tersebut menjadi milik anda.

Hukum positif di indonesia pun juga telah mengatur tentang pertanahan dan properti semacam ini melalui Undang – Undang Agraria serta prosedur pemindah – namaan suatu aset properti antar warga negara secara sah.

Adapun dokumen – dokumen yang menjadi bukti legal hitam di atas putih yang perlu anda perhatikan keabsahannya ketika hendak membeli properti diantaranya yaitu :

  1. Dokumen Bukti Pelunasan Pajak Pembelian Rumah

Bukti pelunasan pajak yang dibebankan kepada pembeli sangat penting untuk pemrosesan di notaris. Adapun bukti pembayaran pajak yang harus anda miliki yakni pembayaran pajak BPHTP (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan) dan juga PPn (Pajak Pertambahan nilai)

  1. Sertifikat Tanah dan / atau Bangunan

Sertifikat ini untuk memastika bahwa aset properti yang hendak anda beli merupakan properti yang sah dan tidak sedang dalam sengketa. Pastikan juga nama yang tertera dalam sertifikat asli tersebut adalah nama penjual atau pihak perantara memiliki surat kuasa penjualan.

  1. Salinan pembayaran PBB terakhir

Dokumen ini dibutuhkan dalam proses pengurusan balik nama dan juga surat akta jual beli di hadapan notaris

  1. Surat IMB (Ijin Mendirikan Bangungan)

Dokumen berupa surat Ijin Mendirikan Bangunan acap kali diabaikan ketika proses jual – beli tanah. Padahal, Surat IMB ini sangat penting untuk memastikan bahwa tanah dan / atau bangunan yang anda beli bukan merupakan properti yang berada di atas tanah yang dieruntukkan sebagai ruang terbuka hijau ataupun lokasi yang memang tidak diijinkan untuk membangun bangunan. Andapun terhindar dari bahaya penggusuran di kemudian hari.

  1. Foto copy KTP suami dan istri (jika sudah menikah)

Selain membutuhkan dokumen foto kopi KTP milik anda sendiri, anda juga perlu melampirkan foto kopi KTP suami atau istri bagi yang telah menikah sebagai pasangan pemilik aset properti setelah proses jual – beli sah.

  1. Foto Copy Kartu Keluarga dan / atau Surat Nikah

Sebagai lampiran untuk meyakinkan hubungan keluarga dari calon pemilik properti.

  1. Surat Persetujuhan Suami / Istri

Surat persetujuan oleh suami maupun istri ini harus ditandatagani bermaterai di hadapan notaris agar menghindari sengketa di kemudian hari.

  1. Surat Keterangan Waris

Guna melengkapi dokumen kepemilikan sertifikat hak milik, maka diperlukan adanya surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh kelurahan.

  1. Foto Copy KTP para ahli waris

Untuk lampiran dari Surat Keterangan Waris maka diperlukan Foto Copy KTP dari para ahli waris yang sekaligus ikut dicantumkan dalam surat keterangan waris

  1. Surat Perjanjian Jual Beli / AJB (Akta Jual Beli)

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.