Inilah Alasan Diperintahkan Berhenti Makan Sebelum Kenyang

0
22

Makan untuk hidup, atau hidup untuk makan? Yang manalah ‘falsafah’ hidup Anda tentang makan? Bagi golongan yang berpendapat pertama, pastilah setuju bahwa makan itu bukan sekedar untuk merasa kenyang, melainkan memenuhi kebutuhan tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Sedangkan bagi mereka yang menyetujui pendapat kedua, bisa jadi akan sering mengalami episode kekenyangan dalam hidupnya. Kalau makan hanya sekedar dimaksudkan menjadi kenyang, Anda mendapat satu kerugian besar, yaitu kegemukan. Iya, karena Anda selalu memasukkan kalori lebih banyak dari sekarusnya ke dalam tubuh.

Itu sebabnya, kita sering mendengar perintah “Berhentilah makan sebelum kenyang!” Dan saran tersebut bukan main-main, karena itu pulalah perilaku makan yang disarankan dalam Islam dan kerap dilakukan oleh Rasulullah SAW. Disabdakan,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Tubuh kita memiliki mekanisme alami dalam hal makan. Kita memiliki otak yang berfungsi sebagai ‘tombol’ pengatur rasa lapar dan cukup. Ingat, cukup, ya, bukannya kenyang. Inilah yang menjadi kendali alami tubuh agar kita tidak makan berlebihan, tidak pula sampai kekurangan. Nah, masalahnya, tidak semua orang peka dengan rasa ini. Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari bisa saja pada akhirnya mematikan rasa ini, sehingga ‘tombol’ tak lagi berfungsi dengan baik.

Lalu, kenapa masalah lapar dan kenyang saja sampai diatur dalam Islam? Inilah kehebatan agama Allah SWT, bahwa hal-hal yang buruk untuk tubuh kita telah diantisipasi sejak awal, sehingga menghindarkan kita dari berbagai masalah kesehatan. Pada akhirnya, kajian medis seputar alasan larangan makan sampai kekenyangan semakin banyak bermunculan, yang membuktikan bahwa perintah ini bukanlah tanpa makna. Ini dia beberapa kerugian jika Anda selalu dalam kondisi kekenyangan:

  1. Gangguan pencernaan. Seperti telah disebutkan di awal, isi perut sebaiknya dibagi menjadi 3 bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sisanya untuk udara. Kenapa? Lambung yang terlalu penuh dengan makanan tak bisa optimal dalam mencerna, akibat enzim tak bekerja sempurna. Akibatnya, ada makanan yang tak tercerna sempurna. Nah, jika makanan yang tidak tercerna sempurna ini masuk ke dalam usus, maka akan menyebabkan gangguan seperti timbulnya gas, tidak maksimalnya penyerapan nutrisi, bahkan kembung dan diare.
  2. Kadar gula darah melonjak drastis. Ketika kadar gula darah melonjak drastis, hormon insulin akan segera diproduksi untuk menurunkan kadar gula darah. Padahal, sifat insulin ini adalah meningkatkan penyimpanan lemak dan mencegah penggunaan lemak sebagai sumber energi. Terbayang, kan, kalau tubuh terus-menerus dibanjiri dengan insulin?
  3. Tubuh lemas dan tidak bertenaga. Kebalikan dari pendapat umum yang menyebutkan bahwa makanan sebagai sumber tenaga, justru terlalu banyak makan menyebabkan tubuh Anda lemas. Hal ini karena saluran pencernaan bekerja lebih keras dari biasanya untuk mencerna banyaknya makanan, sehingga energi pun terkuras untuk itu. Ditambah lagi, kadar gula darah yang melonjak akan berakibat pada produksi insulin yang melimpah dan memicu asam amino masuk ke dalam otak dan menyebabkan Anda mudah mengantuk.
  4. Obesitas. Tubuh secara otomatis akan menyimpan kelebihan energi yang Anda konsumsi sebagai lemak. Inilah yang menyebabkan obesitas dan berbagai macam penyakit seperti jantung, hipertensi, kolesterol, dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here