Inilah Hikmah Ibadah Untuk Kesehatan Tubuh Kita

Posted on

Terlepas dari fungsi tertinggi sebagai bentuk syukur manusia kepada Allah, ibadah ternyata bisa menjadi amalan yang membuahkan bonus kesehatan jasmani. Keikhlasan beribadah harus tetap diutamakan.

Tak dapat dipungkiri bahwa Allah memang telah menyediakan ritual ibadah, sebut saja sholat tahajud. Menurut Prof Dr. Mohammad sholeh, peneliti dan penulis buku terapi salat tahajud. Hikmah sholat tahajud bisa dilacak di ayat-ayat al-Qur’an (misalnya, qs. al–muzammil [93] 1-10) dan sejumlah hadist. Beliau juga menuturkan “silahkan awal-awalnya, tahajud untuk kesehatan, tahajud untuk rezeki, tahajud untuk kesuksesan anak” tahajud dengan niat semacam itu menunjukkan keikhlasan pelakunya masih di tingkat dasar. Orang dengan ikhlas yang lebih tinggi, akan beribadah karena ingin masuk surga. Yang paling tinggi bahwa ketika kita beribadah itu karena Allah, untuk Allah, dan kepunyaan Allah.

Berawal dari baik sangka

Perkembangan ilmu kedokteran modern telah melahirkan yang disebut pni (psychoneuroimmunology). Ilmu ini mengkaji hubungan sistem saraf dan kekebalan tubuh, juga hubungan antara proses mental dan kesehatan.

Singkatnya, menurut ilmu ini, stress akan menganggu seluruh sistem dalam tubuh si penderita stress. Cangkupan gangguan ini begitu luas, mulai dari gangguan jantung sampai gangguan pernafasan, peredaran darah, pencernaan, pembuangan, reproduksi, imunitas itu sendiri, saraf, endokrin, hingga sel.

Efek yang telah diberikan oleh terapi ibadah adalah mengembalikan sistem kekebalan tubuh manusia melalui penghadiran rasa syukur.

Orang yang mendekatkan diri kepada Allah melaui berbagai ibadah akan sampai pada pengakuan bahwa dirinya lemah, bahwa Allah maha kuasa, maha adil, maha bijaksana dan seterusnya. Ia akan menjumpai kesadaran bahwa apapun yang dipilihkan Allah kepadanya adalah adalah kebijakan-nya. Pengakuan dan kesadaran inilah yang dimunculkan dalam sholat, doa dan sebagainya, akan membuat orang berbaik sangka kepada Allah (husnuzan)

Husnuzan akan mendatangkan ikhlas, karena yakin apa yang diberikan Allah kepada kita adalah yang terbaik. Ikhlas akan melahirkan sabar. Sabarkan akan melahirkan qonaah, qonaah akan melahirkan ridha. Ridha akan melahirkan syukur. Dengan syukur inilah seseorang akan mendapatkan kebahagian baru, yakni datangnya rasa tenang, tentram bahagia, sejahtera dan perasaan bahwa hidupnya bermakna.

Ketika mencapai tahap kebahagian baru ini, sistem tubuh manusia akan membaik. Misalnya bisa diilustrasikan yang terjadi pada kortisol, kadar kortisol yang tinggi dikenal sebagai tanda stress, sistem imunitas yang baik (setelah tahajud, misalnya) akan menurunkan kortisol hingga kadar normal. Normalnya kortisol akan merangsang medula andrenal untuk juga melepaskan andrenalin normal. Andrenalin yang normal akan merangsang otak melepaskan ceretonin, beta-endorfin dan melatonin. Pelepasan ceretonin, beta-endorfin, dan melatonin inilah yang bisa  mengantarkan orang bisa menjadi tenang, tenteram, bahagia, dan tidak sakit-sakitan.

Untuk penyakit apa saja dan siapa saja

Terapi ibadah bisa dilakukan siapa saja dan untuk sakit apa saja. Untuk anak kecil yang bisa sholat, misalnya. Si ibu bisa mendoakanya. Prof.sholeh mencontohkan bayi dua tahun dari balikpapan yang kejang-kejang, dan bisa membaik setelah ibunya melakukan ibadah seperti yang dianjurkan oleh sholeh.

Untuk menularkan keikhlasan beribadah, sholeh menganjurkan orang tua untuk pamer pada anak.  Menurut sholeh, riya yang tidak boleh adalah yang bertujuan membangun citra bahwa kita sholih. Tapi kalau pamernya itu untuk dakwah, untuk mengajak, itu mala kewajiban. Jadi, pamerkan kepada anak, istri, suami. Jangan pernah berharap anak kita tahajud kalau bapak kita tidak tahajud.

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.