Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Mengonsumsi Alkohol

Posted on

Yang Anda tahu selama ini, efek minum alkohol hanyalah mabuk, yang ditandai dengan berjalan sempoyongan, mengoceh tidak jelas, dan tertawa seolah bahagia. Anda juga mungkin akan merasakan hangat yang menjalar turun dari tenggorokan ke perut Anda. Setelah itu, Anda akan merasa sangat relaks. Tetapi, benarkah hanya sesederhana itu alkohol bekerja di dalam tubuh Anda? Tidak. Karena faktanya, organ-organ tubuh Anda harus bekerja ekstra keras saat Anda mengonsumsi minuman beralkohol.

Efek alkohol pada tubuh Anda sangat bergantung pada kuantitasnya. Dalam jumlah sedikit, alkohol akan mengurangi ketegangan, melemaskan otot-otot, menurunkan refleks, dan juga mengurangi waktu reaksi dan koordinasi. Pada konsumsi medium, alkohol menyebabkan mengantuk dan perubahan suasana hati. Dan yang paling berbahaya, konsumsi dalam jumlah tinggi akan menyebabkan kesulitan bernapas, muntah, serangan panik, tidak sadar, menyebabkan koma, bahkan kematian.

Secara garis besar, inilah kronologi perjalanan minuman beralkohol di dalam tubuh Anda: 

Menit pertama

  • Minuman tersebut telah sampai di perut Anda. Namun, jika Anda meminumnya sambil makan, perjalanan alkohol untuk sampai ke perut akan lebih lama, karena harus melalui pembuluh darah dan baru kemudian menuju ke hati.
  • Inilah saatnya. Hati akan bekerja keras memetabolisme alkohol, sehingga tugas-tugas hati yang utama lainnya, seperti memroses kalori, untuk sementara tertunda.

Menit ke-30

  • Hati memetabolisme alkohol engan bantuan enzim alkohol dehidrogenase menjadi asetaldehida. Asetaldehida ini merupakan zat kimia yang beracun yang menyebabkan kerusakan jaringan dan sel. Asetaldehida kemudian dipecah lagi menjadi asetat, zat kimia yang tidak terlalu berbahaya.
  • Kadar alkohol di pembuluh darah meningkat, dan bersama-sama dengan darah akan menuju ke otak. Di otak, alkohol akan mengganggu sel-sel saraf di hipokampus yang mengendalikan daya ingat, serebelum yang mengendalikan gerakan, dan prefrontal korteks yang mengendalikan suasana hati. Hasilnya, Anda akan merasa relaks dan tiba-tiba merasa senang. Anda juga akan merasakan hangat dan wajah terlihat sedikit kemerahan. Hal ini disebabkan melebarnya pembuluh darah di wajah Anda.
  • Jantung akan berdetak lebih cepat karena alkohol bersifat vasodilator yang membuat pembuluh darah bekerja lambat dan menurunkan tekanan darah. Akibatnya, detak jantung akan meningkat untuk mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk organ-organ. Inilah sebabnya Anda akan merasa lebih panas.
  • Anda juga akan merasa ingin buang air kecil. Tak heran, karena alkohol bersifat diuretik yang mempercepat pengeluaran cairan dari kandung kemih.
  • Jika Anda mengonsumsi alkohol jenis margarita atau wine yang manis, kandungan gulanya akan meningkatkan kadar insulin di dalam darah. Akibatnya, Anda akan berkeringat dan ingin mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak.

Setelah 1 jam

  • Alkohol di dalam tubuh mulai netral, karena diubah dari asetat menjadi karbon dioksida dan air oleh hati. Karbon dioksida ini akan keluar bersama-sama dengan napas Anda, yang menyebabkan napas Anda berbau alkohol. Sedangkan air dikeluarkan melalui urin.
  • Kelebihan kalori yang Anda konsumsi dari alkohol akan tetap bertahan di dalam tubuh. Karena hati sibuk memetabolisme alkohol, makanya tubuh akhirnya menyimpan kelebihan kalori tersebut dalam bentuk lemak trigliserida. Lemak inilah yang sering terikat di sel-sel di sekitar perut. Jadi, Anda tahu, kan, kenapa orang yang suka minum alkohol cenderung buncit perutnya?

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.