jenis penyakit leukimia
jenis penyakit leukimia

Kenali Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati Penyakit Leukimia

Posted on

Leukemia adalah penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang biasa diproduksi oleh sumsum tulang. Penyakit leukemia ini pada umumnya muncul pada diri seseorang sejak masa kecil. Pada penderita leukimia, sumsum tulang tanpa diketahui pasti penyebabnya telah memproduksi sel darah putih secara berlebihan atau abnormal. Pada kondisi normal, sel darah putih hanya akan memproduksi ulang ketika tubuh memerlukannya. Namun pada kasus leukemia ini, jumlah sel darah putih yang diproduksi berlebihan sehingga dapat mengganggu fungsi atau bahkan menyerang sel lainnya.

Gejala Penyakit Leukimia

Secara umum penderita leukimia menunjukkan beberapa gejala seperti mudah terjangkit penyakit infeksi, mengalami pendarahan, dan menderita anemia. Leukemia akut merupakan perjalanan penyakit leukimia yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila kondisi tersebut tidak segera diobati, dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan penderita leukemia kronis, respon penyakit berjalan lambat dan harapan untuk hidup lebih lama.

Klasifikasi penyakit Leukimia

Secara medis leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel yang dipengaruhi. Apabila pada pemeriksaan leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang berpengaruh terhadap sel-sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik. Berdasarkan klasifikasi ini penyakit Leukemia dibagi menjadi empat tipe, yang terdiri dari;

bahaya penyakit leukimia
bahaya penyakit leukimia
  • Leukemia limfositik akut

Merupakan tipe leukemia yang sering terjadi pada anak-anak. Dapat juga terjadi pada dewasa, terutama yang telah lanjut usia.

  • Leukemia limfositik kronis

Penyakit ini lebih sering dialami oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Dapat pula diderita oleh dewasa muda, namun hampir tidak pernah terjadi pada anak-anak.

  • Leukemia mielositik kronis

Leukimia jenis ini lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak.

  • Leukemia mielositik akut

Leukimia mielositik akut adalah penyakit leukimia yang cenderung diderita oleh orang dewasa.

Penyebab Penyakit Leukemia

Penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya leukemia, yaitu:

  • Radiasi

Beberapa laporan dan riset terkait penyakit Leukemia menyebutkan bahwa pegawai yang bekerja dilingkungan beradiasi, seperti radiografi, atau pasien kanker yang menjalani radioterapi lebih sering menderita leukemia. Peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang juga menyebabkan efek leukemia pada korbannya yang masih hidup.

  • Virus

Beberapa jenis virus dapat menjadi penyebab terjadinya leukemia, diantaranya retrovirus, virus leukemia feline, dan virus HTLV-1 pada orang dewasa.

  • Leukemogenik.

Beberapa zat kimia diidentifikasi dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia, misalnya benzena, bahan kimia industri, dan obat-obatan untuk kemoterapi.

  • Genetik

Leukemia dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang tua yang menderita leukemia dapat menurunkan penyakit tersebut pada anaknya. Selain itu terkait kelainan genetik, Penderita Down Syndrom juga diperkirakan memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar daripada orang normal.

cara mengobati penyakit leukimia
cara mengobati penyakit leukimia

Pemeriksaan Penyakit Leukimia

Penyakit Leukemia dapat didiagnosis melalui beberapa pemeriksaan, diantaranya dengan Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT scan atau CAT scan, sinar X, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture, dan magnetic resonance imaging (MRI).

Penanganan dan Pengobatan Leukemia

Penanganan penyakit Leukemia pada umumnya dimulai dari gejala yang dialami pasien, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan pada pasien leukemia bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya kemotherapy atau terapi dengan obat-obatan tablet atau suntik, terapi radiasi -jarang sekali dilakukan, transplantasi bone marrow (sumsum tulang), juga transfusi sel darah merah atau platelet. Sistem Therapi yang paling sering digunakan adalah kemoterapi dan pemberian obat-obatan untuk menghentikan produksi sel darah putih yang abnormal dalam sumsum tulang. Selanjutnya dilakukan penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang dialami oleh penderita

Gravatar Image

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.