Kenali Gejala Penyakit Lemah Jantung Sejak Dini

0
12

Lemah jantung merupakan kondisi dimana otot-otot jantung mengalami pembesaran sehingga kinerja jantung pun menjadi melemah dan tidak normal. Faktor penyebab pembersaran otot jantung adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes (kencing manis). Apabila kondisi lemah jantung ini tidak segera diobati, maka proses pemompaan darah oleh jantung ke seluruh tubuh akan terganggu. Hal ini mengakibatkan organ-organ lain kekurangan suplai darah sehingga memicu timbulnya berbagai komplikasi.

Untuk mencegah adanya komplikasi dan akibat yang fatal, maka sebaiknya kita mengenal gejala awal dari penyakit lemah jantung. Dengan demikian, tindakan pengobatan pun dapat dilakukan sejak dini.

Dilansir dari Ucsfhealth.org, berikut beberapa gejala awal penyakit lemah jantung:

  1. Sesak nafas

Gejala yang paling tampak pada penderita lemah jantung adalah sering mengalami sesak nafas. Hal ini dikarenakan adanya arus balik darah, dimana darah dari jantung kembali masuk ke pembuluh darah yang memasok oksigen dari paru-paru.

Pada umumnya, gejala sesak nafas ini akan terjadi saat penderita melakukan aktivitas yang berat, seperi berolahraga atau bekerja. Gejala ini akan berkurang setelah penderita beristirahat dan tertidur. Apabila sesak nafas sudah sangat parah, biasanya dibantu dengan tabung oksigen.

  1. Mudah kelelahan

Selain sesak nafas, penderita lemah jantung juga sering merasakan kelelahan saat berativitas. Hal ini dikarenakan otot-otot jantung yang melemah dan tidak optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh pun kekurangan suplai darah dan menjadi lemas, terutama dibagian kaki dan lengan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan dalam melakukan akivitas, seperti berjalan, membawa beban, naik tangga, dan berolahraga.

  1. Batuk kronis

Salah satu komplikasi dari penyakit lemah jantung adalah batuk kronis. Hal ini disebabkan adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami batuk yang sulit disembuhkan. Dalam kondisi parah, penderita lemah jantung akan batuk disertai lendir dan darah.

  1. Aritmia jantung

Aritmia jantung merupakan kondisi dimana detak jantung tidak teratur dan menjadi lebih cepat. Ketidakteraturan detak jantung ini dikarenakan jantung berusaha memompa darah dengan optimal meskipun otot-ototnya lemah. Dengan demikian, kinerja jantung yang dipaksakan ini menyebabkan detak jantung lebih cepat dan tidak teratur.

  1. Nafsu makan berkurang

Saat otot-otot jantung melemah, maka jantung tidak mampu memompa darah secara optimal. Hal ini menyebabkan organ-organ vital, seperti hati dan system pencernaan kekurangan suplai darah. Akibatnya, munculnya rasa mual dan cenderung kenyang walaupun perut tidak diisi makanan. Apabila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, maka penderita akan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

  1. Gangguan berpikir

Kurangnya suplai darah yang menuju otak menyebabkan penderita lemah jantung mengalami gangguan berpikir. Selain itu, adanya kadar zat tertentu yang abnormal di dalam darah (seperti natrium) memicu terjadinya disorientasi atau gangguan daya ingat. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak disadari oleh penderitanya.

  1. Pembengkakan atau edema

Salah satu ciri penderita lemah jantung adalah berbadan gemuk. Tapi jangan salah, bobot badan yang besar itu bukan karena makanan, melainkan disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam tubuh.

Seperti yang telah dijelaskan, otot jantung yang melemah menyebabkan fungsi jantung dalam memompa darah menjadi tidak optimal. Akibatnya, ginjal pun kekurangan pasokan darah. Hal ini memicu ginjal untuk memproduksi hormon yang menyebabkan penyimpanan air dan garam. Kondisi ini membuat tubuh mengalami pembengkakan atau edema, sehingga terlihat lebih gemuk. Biasanya bagian tubuh yang terlihat membengkak adalah kaki dan pergelangan tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here