Langkah Sederhana Mengatur Keuangan Keluarga dengan Tepat

0
16

Mengatur keuangan keluarga merupakan hal yang lazim dilakukan oleh semua keluarga yang baru menikah. Terlebih lagi untuk tahun pertama dalam membina rumah tangga agar menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. Apalagi jika pada tahun-tahun setelah si anak yang mungil lahir di tengah-tengah pasangan yang masih baru. Tentu hal ini membutuhkan langkah cerdas dalam mengatur keuangan keluarga.

Seringkali permasalahan keluarga disebabkan oleh ketidakmampuan mengolah keuangan keluarga. Bahkan sebagian pasangan saling menyalahkan pasangannya hanya karena pendapatannya minim. Sebenarnya, permasalahan keluarga bukan terletak pada besar kecilnya penghasilan pasangan. Akan tetapi lebih disebabkan oleh kebiasaan yang salah dalam mengatur keuangan keluarga. Faktanya tidak sedikit seorang suami yang memiliki penghasilan ratusan juta seringkali mengalami shock akibat uang di tabungan tinggal ratusan ribu.

Uang yang sedikit asalkan diolah dengan benar akan menjadi lumbung padi bagi keluarga anda. Dan sebaliknya, sebesar apapun uang anda tapi tidak dikelola dengan benar justru akan menjadi lubang yang berbahaya bagi keberlangsungan keluarga anda.

Dan berikut ini adalah langkah yang tepat dalam mengelola keuangan keluarga secara sederhana.

Perhatikan Portofolio Keuangan Keluarga

Sebagai pasangan yang kompak sudah seharusnya anda saling mengetahui isi tabungan pasangan anda. Terlebih anda adalah pasangan yang baru membina keluarga. Selain itu anda juga harus benar-benar paham pengeluaran rutin seperti pengeluaran listrik, telepon, belanja, biaya kesehatan, transportasi rutin, dan biaya rutin lainnya. Anda juga wajib tahu tentang pinjaman ke bank atau cicilan-cicilan lainnya. Dengan mengetahui hal itu semua maka anda akan sadar bahwa pengeluaran yang wajib mendapatkan subsidi tetap dari penghasilan anda adalah untuk kebutuhan bersama dan harus diutamakan.

Susun Anggaran Keuangan

Melakukan perencanaan keuangan adalah wajib hukumnya bagi pasangan keluarga. Dengan melakukan perencanaan keuangan yang realistis maka anda akan terbantu dalam mengatur alur kebutuhan keluarga. Tujuan dari perencanaan ini adalah agar pengeluaran keluarga menjadi terkontrol. Untuk menyusun rencana keuangan ini anda tidak perlu terlalu ideal atau ketat sehingga mengesampingkan kebutuhan pribadi. Jika memang anda memerlukan perawatan tubuh ke salon atau spa, belanja, jalan-jalan, dan lain sebagainya, sebenarnya hal itu tidak perlu dibatas-batasi. Cukup lakukan penganggaran dengan jumlah yang masuk akal dan tidak berlebihan saja setiap bulannya. Dengan begitu maka uang yang akan digunakan dan uang yang harus ditabung akan terlihat jelas. Yang terpenting anda harus taat dengan anggaran tersebut.

Hindari Hutang

Sebenarnya hutang tidak selamanya buruk. Hutang menjadi hal yang buruk bahkan terlarang dalam rencana keuangan keluarga ketika hutang tersebut dijadikan sebagai penunjang kegiatan yang konsumtif. Terlebih lagi sekarang ada sistem kredit. Untuk menuju keuangan keluarga yang sehat sebaiknya hindari kartu kredit agar belanja anda tidak tersedot secara besar. Jika anda menginginkan hal tertentu sebaiknya anda bersabar dengan menabung daripada berhutang tapi terlilit dengan tagihan rutinnya.

Bedakan antara Keingingan dan Kebutuhan

Antara keinginan dan kebutuhan terdapat perbedaan yang besar. Dalam proses menciptakan keuangan keluarga yang sehat sebaiknya anda membuat list atau sekedar catatan yang memisahkan antara keinginan dan kebutuhan. Sebab seringkali seorang pasangan menginginkan banyak hal padahal ia belum membutuhkannya. Dengan membuat daftar ini maka anda akan mengetahui skala prioritas kebutuhan apa saja yang harus anda penuhi dengan segera dan yang bisa ditunda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here