penyakit peredaran darah
penyakit darah

Macam-Macam Penyakit Peredaran Darah dan Cara Pencegahannya

Posted on

Penyakit peredaran darah berbahaya bagi tubuh manusia. Penyakit peredaran darah dapat berdampak negatif kepada kinerja tubuh dan berbahaya.

Darah adalah salah satu cairan tubuh yang mempunyai peran penting dan berpengaruh terhadap kinerja organ tubuh. Apabila terjadi gangguan pada sistem peredaran darah, maka fungsi organ-organ vital pun juga akan terganggu. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pada sistem peredaran darah sangatlah dianjurkan.

Agar kita lebih berwaspada terhadap penyakit pada sistem peredaran darah, maka ada baiknya jika kita mengenali jenis-jenis penyakit peredaran darah. Berikut beberapa jenis penyakit pada system peredarah darah:

Varises

Penyakit varises merupakan jenis penyakit pada sistem peredaran darah yang ringan. Penyakit ini ditandai dengan rusaknya klep pembuluh vena sehingga menyebabkan aliran darah terganggu. Pembuluh vena akan menjadi lebar dan berkelok-kelok karena adanya hambatan pada vena. kondisi ini mengakibatkan terjadinya arus balik aliran darah dan darah yang menuju jantung pun akan terhambat.

Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Hipertensi merupakan jenis penyakit pada peredaran darah yang ditandai dengan naiknya tekanan darah sistole dan distole. Seseorang dikatakan mengidap hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai 140/99 mmHg atau lebih. Penyakit ini dapat disebabkan oleh factor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alcohol, mengonsumsi makanan tinggi lemak berlebihan, dan obesitas. Di samping itu, pengidap penyakit ginjal juga berisiko mengalami hipertensi.

Tekanan darah rendah (Hipotensi)

Hipotensi merupakan kebalikan darii hipertensi, yaitu tekanan darah rendah. Dimana tekanan darah systole dan distole di bawah normal, yaitu dibawah 120/80 mmHg. Pada umumnya penyakit ini dikarenakan pendarahan, seperti menstruasi. Selain dapat juga dikarenakan keturunan, diet ketat, dan mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah. Gejala yang sering terjadi pada penderita hipotensi berupa lesu, pucat, dan mudah pingsan. 

Anemia

Sebagian besar orang sering menyalah artikan hipotensi sebagai penyakit anemia. Padahal kedua penyakit ini berbeda. Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin berada di bawah normal. Dimana sel darah merah yang mengandung hemoglobin ini bertugas untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Biasanya penderita anemia mengalami gejala berupa mudah pusing, pucat, telapak tangan dingin, lelah, letih, dan sesak nafas.

Leukimia

Leukimia merupakan jenis penyakit kanker darah. Penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit leukimia disebabkan oleh jumlah sel darah putih (leukosit) yan berlebihan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab leukemia, seperti paparan radiasi (seperti sinar radioaktif), pengonsumsian zat-zat kimia yang berbahaya, infeksi virus, dan keturunan. Biasanya penderita leukemia mengalami gejala berupa pendarahan pada hidung (mimisan), lemah, lesu, berat badan menurun drastic, demam di malam hari, dan warna kulit menjadi pucat.

Penyakit jantung

Penyakit jantung adalah penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada peredaran darah. Beberapa jenis penyakit jantung adalah jantung koroner dan gagal jantung.

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah arteri koroner akibat adanya plak atau trombus (pembukuan darah). Sedangkan gagal jantung merupakan keadaan dimana otot-otot menjadi lemah akibat kekurangan pasokan darah. Hal ini mengakibatkan jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

Hemofilia

Hemofilia adalah jenis penyakit pada peredaran darah yang jarang terjadi. Pada umumnya disebabkan oleh faktor keturunan. Penyakit ini ditandai dengan darah sukar membeku, sehingga penderita mudah mengalami pendarahan.

Penyebab penyakit hemofilia yaitu kekurangan faktor pembekuan darah, yaitu faktor VII, IX, dan XI. Apabila penderita mengalami pendarahan pada organ vital (seperti otak), maka penyakit ini akan menjadi berbahaya dan mematikan.

penyakit darah

Penyakit Peredaran Darah Hemofilia Yang Berbahaya Bagi Tubuh

Bicara mengenai kelainan darah, nama Hemofilia  jelas bukan merupakan nama penyakit baru di ranah bidang kesehatan. Penyakit ini dapat dikatakan sebagai penyakit dengan jumlah kasus atau tingkat insidensi yang cukup tinggi. Pada tahun 2011 saja, sebuah penelitian mengungkap bahwa jumlah pengidap penyakit kelainan darah yang diadaptasi darah nama Yunani kuno” haima dan philia” ini mencapai angka 400.000 jiwa.

Pada tahun yang sama, sebuah penelitian lain juga mengungkap bahwa jumlah penderita penyakit ini di Indonesia mencapai angka 20.000 jiwa. Dalam dunia medis atau kesehatan, Hemofilia didefinisikan sebagai penyakit kelainan darah genetik, dimana darah tidak dapat mengalami pembekuan.

Pada seseorang dengan catatan penyakir Hemofilia, proses pembekuan darah berlangsung sangat lambat dibandingkan dengan orang normal. Hal ini jugalah yang membuat kebanyakan penderita penyakit ini memiliki masalah atau ganguan pendarahan di bawah kulit. Penyakit Hemofilia sendiri dibagi atas 2 jenis, yaitu:

Hemofilia A

Hemofilia A adalah jenis Hemofilia yang tejadi karena kekurangan faktor 8/ factor VII pada protein di darah yang menyebabkan darah sukar membeku. Jenis Hemofilia ini juga banyak dikenal dengan nama Hemofilia klasik dalam dunia kesehatan.

Hemofilia B

Hemofilia B adalah jenis Hemofilia yang terjadi karena protein di dalam darah mengalami kekurangan faktor 9/ factor IX. Hal ini menimbulkan masalah dalam proses pembekuan darah. Selain dikenal dengan nama Hemofilia B, jensi Hemofilia ini juga memiliki nama lain, yaitu Christmas Disease yang diambil dari nama penemunya” Steven Christmas”.

Masih membahas mengenai kedua jenis Hemofilia yang diuraikan sebelumnya, Hemofilia A memiliki tingkat kemunculan/ insidensi/ prevelensi lebih tinggi dibandingkan dengan Hemofilia B. Penelitian terakhir mengungkapkan bahwa, Hemofilia A memiliki persentase kemunculan” 1 berbanding 5000 kelahiran bayi laki-laki”.  Sedangkan Hemofilia B memiliki persentase yang jauh lebih rendah, yaitu 1 berbanding 20.000 hingga 34.000 kelahiran bayi laki-laki.

Seseorang yang mengidap penyakit kelainan darah keturunan ini biasanya akan menunjukkan gejala berupa pendarahan pada beberapa area atau situs tubuh, Biasanaya pendarahan akan terjadi pada beberapa situs tubuh berikut:

Sendi

Pendarahan di dalam sendi ini juga disebut Hemarthrosis.  Pendarahan jenis ini pada umumnya terjadi pada daerah lutut ataupun pergelangan kaki.

Mulut atau hidung

Pendarahan di muut atau hidung/ mimisan adalah salah satu gejala umum yang terjadi pada penderita penyakit kelainan darah Hemofilia.

Otot

Pendarahan ke bagian otot atau compartment syndrome  pada umumnya terjadi dengan diiringi pembentukan hematoma.

Saluran pencernaan

Pendarahan pada area ini memiliki resiko terdapatnya darah pada feses.

Pendarahan pada saluran kemih

Pendarahan pada situs ini akan menyebabkan adanya darah pada air urine yang dikeluarkan oleh tubuh, kondisi ini juga banyak dikenal dalam istilah “hematuria”.

Pendarahan ke dalam otak (Pendarahan ini juga dinamakan pendarahan infrakrania)

Untuk gejala penyakit Hemofilia ini, sebagian besar gejalanya sudah diuraikan pada beberapa poin sebelumnya. Namun  untuk memperjelas kembali, berikut in beberapa gejala yang disebabkan oleh penyakit ini:

  • Rasa nyeri pada area bahu, otot lengan, sikut, pinggul, lutut dan juga kaki
  • Proses pembekuan darah yang lama/ pendarahan berlangsung lama
  • Mual dan muntah, hal ini dapat disebabkan oleh pendarahan yang mungkin terjadi ke dalam otak.
  • Mudah merasa lelah
  • Hematuria/ munculnya bercak darah pada urin
  • Mimisan dan pendarahan di mulut
  • Munculnya memar, meski hanya dikarenakan sedikit benturan
  • Kekakuan pada area sendiri.

Pencegahan penyakit peredaran darah hemofilia

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya penyakit pada peredaran darah, diantaranya yaitu:

  • Berolahraga secara teratur untuk melancarkan peredaran darah
  • Lakukan pengobatan pertama apabila mengalami luka dan pendarahan, hal ini bertujuan agar darah yang keluar tidak terlalu banyak
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Lakukan BAB secara teratur setiap hari
  • Batasi konsumsi makanan berlemak
  • Hindari pola pikir yang menyebabkan stres

Demikianlah macam-macam penyakit peredaran darah dan cara pencegahannya. Semoga dapat bermanfaat.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.