Inilah 9 Alasan Makanan Organik Lebih Baik Dari Makanan Cepat Saji
Friday , July 28 2017
Home / Kesehatan / Inilah 9 Alasan Makanan Organik Lebih Baik Dari Makanan Cepat Saji

Inilah 9 Alasan Makanan Organik Lebih Baik Dari Makanan Cepat Saji

Konsumsi bahan pangan organik yang bebas dari bahan-bahan kimia sintetis, seperti pestisida, sudah cukup berkembang di Indonesia. Buktinya saja, semakin banyak restoran besar yang menggunakan beras organik sebagai cara menarik pelanggan.

Sebenarnya, pertanian organik bukanlah cara baru. Dulu, pertanian tradisional pun dilakukan sesuai dengan irama alam, tanah digarap, benih ditabur, tanaman dirawat dan dipanen. Untuk menyuburkan tanah digunakan pupuk hijau (pupuk kandang dan kompos). Pola tanam pun ditetapkan petani mengikuti alam, berdasarkan iklim, musim, ilmu perbintangan, dan kearifan tradisional lainnya. Yuk, ubah pilihan Anda menjadi organik untuk hidup yang lebih baik. Inilah hal-hal yang menjadi alasan mengapa hidup organik jauh lebih baik:

Alasan Makanan Organik Lebih Baik Dari Makanan Cepat Saji

Bahan kimia menghancurkan kemampuan tanah menyimpan dan memproses karbon.

Nutrisi-nutrisi penting penyubur tanaman pada akhirnya menjadi rusak dan hilang akibat gempuran pestisida dalam jumlah berlebihan pada tanaman.

Zat kimia pada pestisida meracuni udara, air, dan tanah.

Kebanyakan zat kimia, termasuk yang berasal dari pestisida, tidak bisa diuraikan secara alami oleh alam. Racunnya akan terus ada dan efeknya bisa jadi sangat mengerikan. Contoh mudahnya adalah, air sumur dari sumber air tanah semakin banyak yang terkontaminasi.

Dosis kecil zat kimia sama berbahayanya seperti dosis besar.

Zat kimia tidak dilarang penggunaannya selama masih dalam ambang batas aman. Padahal kenyataannya, para dokter dan ilmuwan telah menemukan bahwa dosis kecil yang terakumulasi secara terus-menerus bisa sama berbahayanya dengan dosis besar. Dan, sesungguhnya tidak ada batas yang aman, karena racun tetaplah racun.

Bahan kimia sama sekali tidak diperlukan untuk tanaman.

Apapun bentuknya, penyubur sintetis, pestisida, fungisida, dan rekayasa genetika yang diaplikasikan pada tanaman untuk hasil produksi yang berkali-kali lipat, sebenarnya tujuannya hanya untuk mendapatkan profit yang lebih besar. Tanpa direkayasa pun sebenarnya seluruh tanaman di dunia ini akan tumbuh (secara organik).

makanan organik

Makanan organik lebih sehat dan aman.

Studi menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan organik mengandung antioksidan tinggi dan merupakan nutrisi yang sangat ampuh untuk melawan kanker.

Makanan organik lebih simpel.

Memilih untuk mengonsumsi makanan organik tida berarti Anda tak diperkenankan jajan bakso, somay, atau pempek. Bahkan sebenarnya, Anda pun bisa membuat sendiri makanan-makanan tersebut dari bahan-bahan organik. Bumbu seperti saus dan kecap pun kini mudah ditemukan versi organiknya.

Pangan berkimia itu murah karena disubsidi.

Aslinya, bahan makanan berbahan kimia itu berharga lebih mahal dibanding makanan organik. Tapi faktanya, kini makanan organiklah yang dianggap mahal. Padahal, makanan non organik bisa berharga murah karena disubsidi oleh pemerintah, salah satunya adalah dalam bentuk bantuan pembelian pestisida.

Pertanian organik membantu melindungi keragaman hayati.

Jika Anda peduli pada kelestarian lingkungan, organik adalah solusi yang tepat. Menurut International Union for Conservation of Nature, sepertiga amfibi, 1 dari 8 burung, dan seperempat mamalia berada dalam ambang kepunahan akibat efek racun dari zat kimia yang mengurangi kemampuan mereka untuk tumbuh dan bereproduksi.

Organik membuat Anda lebih sehat dan bahagia.

Mereka yang mengonsumsi makanan organik akan berkurang kadar pestisida di dalam tubuhnya hingga 90 persen. Jika kita semua hidup hanya dari organik, bukan tak mungkin kita tak akan pernah (atau sangat jarang sekali) membutuhkan obat-obatan apapun.

makanan organik sehat

Lima Menu Yang Sehat Bagi Organ Jantung Manusia

Jantung merupakan organ yang vital bagi manusia untuk menunjang kehidupan. Selama ini, banyak manusia berusaha menjaga supaya jantungnya terus terpelihara. Akan tetapi, penyakit jantung masin sering kali menjadi kekhawatiran masyarakat yang sangat ditakuti bagi masyarakat Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan WHO, kurang lebih 17,5 juta (30%) dari 58 juta kasus pada tahun 2005 kematian yang terjadi di dunia diakibatkan oleh penyakit jantung serta pembuluh darah.

Angka tersebut terus mengalami peningkatan hingga tahun 2015 saat ini. Kasus kematian akibat penyakit jantung serta pembuluh darah semakin meningkat hingga mencapai angka 20 juta jiwa. Lebih dari itu, penyakit yang sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua tersebut ternyata mulai mengintai para pemuda. Hingga saat ini usia pemuda yang sering terkena penyakit jantung justru mereka yang berusia kurang dari 40 tahun.

Penyakit jantung mayoritas diakibatkan oleh kebiasaan pola makan yang tidak sehat. Dewasa ini banyak orang Indonesia lebih gemar mengonsumsi makanan di luar rumah dan serba instan tanpa memperhatikan kandungan di dalam komposisi makanan yang dibelinya. Untuk itu alangkah baiknya jika anda merubah pola makan anda mulai sekarang juga. Dan berikut ini merupakan lima menu sehat untuk jantung anda.

Makanan Yoghurt

Banyak penelitian membuktikan tentang khasiat yoghurt yang sangat bermanfaat untuk melindungi manusia dari serangan penyakit jantung. Sebab, makanan yoghurt merupakan salah satu menu yang banyak mengandung zat probiotik yang apabila dikonsumsi maka akan mampu melindungi jantung  dari kerusakan.

Makanan Kacang Hijau

Jurnal yang bernama Journal of Nutrition pernah mengulas bahwa mengonsumsi ½ cangkir kacang hijau pada setiap harinya maka akan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Makanan kacang hijau mengandung nutrisi yang bernama flavanoid, zat ini akan melindungi penyumbatan organ jantung disebabkan menghambat adhesi trombosit dalam darah. Kondisi seperti ini akan dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung serta stroke yang menyerang secara tiba-tiba.

Ikan Salmon

Berbagai penelitian di dunia juga membuktikan bahwa mengonsumsi ikan salmon sebanyak 2 hingga 3 porsi setiap minggu akan mampu menurunkan resiko terserang penyakit jantung koroner. Selain ikan salmon, ikan tuna yang banyak ditemukan di Indonesia juga memiliki kandungan Omega 3 yang sangat baik dalam upaya menurunkan kadar tekanan darah. Selain itu juga dapat membantu mengatur detak jantung lebih normal.

Cokelat Hitam

Hingga saat ini cokelat selalu dikait-kaitkan dengan timbulnya banyak penyakit. Akan tetapi, sebenarnya cokelat hitam justru sangat berguna dalam upaya membasmi penyakit jantung. Di dalam cokelat murni juga terkandung flavanol yang mampu mengencerkan darah dalam tubuh sehingga dapat menurunkan risiko serangan penyakit jantung. Di samping itu, zat flavanol juga mampu menekan risiko datangnya penyakit seperti hipertensi, ginjal, diabetes, dan demensia.

Pisang

Buah pisang memiliki banyak keunggulan. Selain rasa yang sangat nikmat, seluruh pohon pisang juga bermanfaat. Buah pisang banyak mengandung zat kalium yang berfungsi membentuk tubuh serta menjaga fungsi jantung. Zat kalium pun mampu membantu organ ginjal dalam mengeluarkan natrium yang berlebihan di dalam tubuh. Bagi anda yang sedang mengkonsumsi obat diuretik sangat disarankan untuk mengonsumsi buah pisang dengan teratur. Sebab zat kalium merupakan mineral yang sangat diperlukan dalam melawan penyakit jantung.

Dengan selalu menjaga pola makan secara benar dengan mengonsumsi aneka makanan sehat untuk jantung seperti di atas paling tidak anda sudah berupaya untuk menjauhkan diri dari risiko terserang penyakit jantung.

About admin

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.

Check Also

resiko stroke, penyakit stroke

Kenali Bahaya Penyebab Meningkatnya Resiko Stroke Sejak Dini

Salah satu penyakit yang mematikan adalah penyakit stroke. Karena bahayanya yang selalu mengintai masyarakat maka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *