Manfaat Mengonsumsi Buah-Buahan Secara Rutin Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

0
73

Merawat kesehatan tubuh memang bisa dikategorikan gampang-gampang susah. Salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan dalam merawat tubuh adalah menjaga berat badan. Menjaga berat badan sebenarnya cukup mudah jika anda mampu melakukan ‘makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang’. Artinya, ketika perut belum bereaksi protes minta makan namun anda usdah maju lebih dulu ke meja makan, otomatis mulut akan malas untuk menelan, ujung-ujungnya anda berlari ke camilan.

Padahal camilan termasuk kue dan coklat mengandung banyak kalori yang dapat membuat kenaikan berat badan yang tak terkendali. Ngemil memang tidak dilarang, namun ada baiknya jika anda memilih camilan yang sehat seperti buah-buahan. Anda dapat membawa buah kemanpuan anda pergi, jadi ketika anda lapar diluar jam makan anda hanya perlu mengunyah buah yang telah anda siapkan sebagai bekal. Selain baik untuk pencernaan, camilan buah juga akan membuat kerja pencernaan tidak terlalu berat. Beberapa buah yang dapat anda jadikan bekal harian yang kaya manfaat diantaranya adalah:

  1. Apel

Apel merupakan buah yang mudah dibawa sebagai bekal, anda hanya perlu mencuci bersih dan memotong-motong apel kemudian simpan dalam kotak bekal kedap udara agar potongan apel tidak terkontaminasi dengan oksigen yang dapat membuat irisan apel berubah menjadi cokelat. Apel kaya akan betakaroten, folid acid, vitamin C, kalsium, fosfor, magnesium, pectin, dan potassium. Apel bermanfaat sebagai anti oksidan yang dapat mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit seperti kanker dan jantung. Selain itu, konsumsi apel secara rutin dapat membersihkan pencernaan dan dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

  1. Pisang

Pisang lebih praktis dan mudah dibawa sebagai bekal, yang perlu diperhatikan adalah penempatan pisang di dalam tas, jangan sampai pisang yang anda letakkan di dalam tas tertindih barang-barang karena pisang mudah hancur. Pisang kaya akan betakaroten, folid acid, Vitamin C, Magnesium, kalsium, fosfor, dan potassium. Selain itu, pisang juga dapat menambah energy dalam tubuh, jadi untuk anda yang beraktifitas berat, ada baiknya jika anda menggkonsumsi pisang sebagai camilan anda.

  1. Jeruk

Jeruk adalah buah yang mudah ditemui. Jeruk juga sangat praktis untuk dibawa-bawa. Selain tidak memakan banyak tempat didalam tas karena anda tak membutuhkan kotak bekal untuk menyimpan jeruk, jeruk juga kaya akan betakaroten, folid acid, kalsium, zat besi, potassium, fosfor, vitamin B1, B6, dan C. jeruk merupakan antioksidan yang sangat hebat, jeruk juga dapat meningkatkan kekebalan sistem imun, serta sebagai pembersih ginjal dan lever.

  1. Mangga

Siap yang tak suka buah yang satu ini. Mangga selain nikmat dan segar juga mengandung  betakaroten, kalsium, vitamin C, potassium, magnesium, dan flavonid yang dapat dijadikan sebagai peningkat kekbalan sistem imun. Selain itu, mangga juga punya antioksidan tinggi yang bagus untuk kesehatan kulit, serta dapat memecahprotein di dalam sistem pencernaan. Meski untuk mendapatkan mangga cukup susah karena termasuk buah musiman, anda tetap dapat mengkonsumsi mangga setiap hari dengan menggantinya menggunakan jus mangga, meski jus mangga yang dijual kemasan botol khasiatnya tidaklah sesempurna mangga asli.

  1. Papaya

Buah yang ramah lingkungan ini memiliki khasiat luar biasa, diantaranya adalah sebagai antioksidan, peningkat sistem imun, memebrsihkan dan menenangkan saluran cerna, serta sebagai sumber energi. Selain itu, papaya juga dapat digunakan sebagai obat sembelit atau susah buah air besar karena papaya banyak mengandung serat. Pepaya juga kaya akan betakarote, kalsium, vitamin C, fosfor, magnesium, potassium, dan flavonoid.

Imbangi konsumsi buah dengan rutin berolahraga juga

Anda terbiasa berolahraga jogging atau jalan kaki setiap harinya, baik di sekitar rumah maupun di atas treadmill? Berapa kecepatan jogging atau jalan Anda? Pastinya tidak seperti kecepatan para sprinter atau pelari cepat itu, kan? Tapi, tahukah Anda bahwa sesekali tubuh perlu ditantang untuk keluar dari zona nyamannya? Itu berarti,  jika Anda terbiasa jogging atau jalan santai, kali ini Anda ditantang untuk berlari lebih cepat. Speed training, bukan sekedar meningkatkan kecepatan, tapi juga menggugah metabolisme yang sempat loyo, membakar lemak, membangun otot, dan meningkatkan ketahanan. Itu baru dari segi fisiknya. Dari sisi psikis, speed training mampu mengusir rasa bosan pada latihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperbaiki mental. Itu semua akan memberi Anda kekuatan saat berolahraga, bahkan saat tubuh ingin berhenti.

Meski begitu, Anda tidak bisa sembarangan meningkatkan kecepatan latihan Anda. Cukup tambah kecepatan latihan Anda seminggu sekali, karena lebih dari itu justru akan berisiko menyebabkan cedera. Ini panduannya:

  • Mempertahankan kecepatan di tingkat yang cukup berat namun masih terasa nyaman dalam periode waktu tertentu. Dengan cara ini, Anda bisa berlari lebih cepat sebelum akhirnya kelelahan. Tubuh pun akan terlatih untuk memanfaatkan oksigen dengan lebih efektif.

Cara melakukannya: Setelah pemanasan 10 menit, tingkatkan kecepatan dan pertahankan selama 15 – 20 menit. Kemudian sudahi dengan 10 menit pendinginan. Jika selama tempo latihan 15 – 20 menit itu Anda merasa sudah mau pingsan, maka revisilah menjadi 10 – 15 menit.

  • Lakukan latihan interval, yaitu menyelingi latihan intensitas tinggi dengan periode yang lebih santai. Cara ini akan membuat detak jantung meningkat sehingga membakar lebih banyak kalori.

Cara melakukannya: Setelah pemanasan 10 menit, naikkan kesepatan lari Anda ke tingkat paling maksimal selama 30 detik, lalu lanjutkan dengan jogging biasa selama 1 – 2 menit. Secara bertahap, ulangi siklus ini 4 – 8 kali sebelum akhirnya disudahi dengan pendinginan.

  • Berlatih di jalan menanjak memberi manfaat, seperti meningkatkan kecepatan, kekuatan dan stamina, hingga mencegah cedera pada bagian tubuh yang dilatih berlebihan. Memang berlari di tanjakan jauh lebih berat, tapi jangan asal mengerahkan tenaga, karena justru bisa membuat Anda kepayahan lebih cepat.

Cara melakukannya: Setelah pemanasan 10 menit, naiki tanjakan dengan kecepatan lari yang stabil, lalu kembali turun. Lakukan 4 – 6 kali sebelum pendinginan. Jika latihan di treadmill, Anda bisa memilih program tanjakan yang sudah ada (level 2 atau 3).

  • Bila Anda berlari lebih cepat dalam rangka latihan untuk mengikuti lomba lari, masukkan kecepatan yang dibutuhkan saat lomba ke dalam latihan sehari-hari. Hal ini akan memberi gambaran seberapa cepat Anda bisa berlari dan menyelesaikan jarak dalam target waktu yang ditentukan.

Cara melakukan: Untuk jarak 5 km, misalnya, lakukan pengulangan dengan pola: Setelah 10 menit pemanasan, lari 400 meter (kira-kira sepanjang trek keliling lapangan bola) dengan target kecepatan saat lomba, lalu selingi dengan jogging atau jalan kaki selama 45 detik. Bertahap, tambah repetisinya hingga Anda bisa menyelesaikan 10 kali sebelum hari lomba tiba.

Untuk meningkatkan performa Anda, dan supaya Anda bisa berlari lebih cepat, jangan lupa lakukan juga latihan kekuatan, seperti squat atau lunges, yang melatih kekuatan otot-otot tubuh bagian bawah. Karena saat lari, yang paling banyak digunakan adalah otot tubuh bagian bawah. Begitu pula dengan kekuatan otot batang tubuh (core) dan tubuh bagian atas, khususnya otot punggung. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kestabilan postur tubuh saat berlari, sehingga Anda bisa berlari lebih cepat dan tidak mudah kehabisan napas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here