metode sunat
metode sunat

Metode Sunat Yang Paling Efektif Untuk Anak

Posted on

Metode sunat memang beragam. Mulai dari metode sunat tradisional atau modern. Tujuan metode sunat itu sangat baik yaitu mengurangi rasa sakit.

Sunat, atau dikenal dengan nama sirkumsisi di dunia kedokteran, memang terkait erat dengan Islam. Hukum sunat untuk anak laki-laki dalam Islam adalah sunah muakad alias sunah yang cenderung diwajibkan.

Tapi, beberapa tahun belakangan, sunat pada anak laki-laki pun semakin populer di kalangan non Islam. Kenapa begitu? Itu karena sunat memiliki manfaat untuk kesehatan. Di Amerika saja, setiap tahunnya ada sekitar 55 – 65% bayi baru lahir yang disunat dalam 10 hari pertama setelah lahir.

Sunat yang dilakukan dengan cara memotong dan membuang lapisan luar pembungkus ujung penis (atau disebut dengan kulup), bertujuan untuk menjaga kebersihan organ penis. Dalam Islam, soal kebersihan ini menjadi alasan utama mengapa sunat dianjurkan. Karena ketika sholat, seluruh tubuh kita harus bersih dari segala kotoran.

Nah, diketahui bahwa di balik kulup merupakan tempat persembunyian bagi kotoran, virus, dan bakteri yang terbawa oleh air seni. Dari sisi kesehatan, bila tidak dibersihkan, kotoran yang tertahan itu dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan berbagai penyakit pada kelamin.

Di negara-negara Barat, sunat (terutama pada bayi laki-laki) telah menjadi bahan diskusi pada beberapa dekade terakhir. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan program AIDS PBB telah mengeluarkan pengumuman resmi pada tahun 2007 yang menyebutkan bahwa sunat pada anak laki-laki secara signifikan bisa melindunginya dari bahaya HIV kelak.

Salah satu organisasi dokter anak terkemuka di dunia, American Academy of Pediatrics (AAP), juga menyatakan bahwa manfaat sunat jauh lebih besar daripada risikonya. Dan pada Agustus 2012 lalu, organisasi ini kemudian meluncurkan pedoman online yang mendukung sekaligus mempromosikan manfaat kesehatan dari sunat.

Dalam pedoman ini diungkapkan bahwa prosedur sunat dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada bayi, herpes kelamin, human papilloma virus (HPV), kanker serviks pada wanita, dan kanker penis.

Sunat memang dianjurkan dilakukan sebelum anak mencapai usia pubertas atau aqil baligh. Namun, kapan tepatnya, itu semua tergantung pada banyak pertimbangan. Waktu sunat bisa bervariasi di antara kelompok-kelompok masyarakat tertentu, tergantung budaya dan kebiasaan.

Ada yang terbiasa menyunatkan anaknya saat masih bayi atau balita, namun ada juga yang melakukannya saat usia sekolah. Meski dari segi medis anak sebenarnya dapat disunat kapan saja, sejak ia baru lahir, bahkan sampai dewasa.

Selain memilih waktu yang tepat unuk sunat, Anda juga harus memikirkan metode sunat apa yang akan dipilih. Sunat saat ini punya berbagai metode, mulai dari yang tradisional menggunakan bilah bambu tajam yang dilakukan juru sunat atau mantra, hingga metode canggih yang dilakukan oleh dokter bedah.

Inilah 4 metode sunat yang paling banyak digunakan saat ini:

Metode Sunat konvensional

Pemotongan kulup dilakukan secara manual dengan gunting atau pisau bedah, dan diikuti dengan menjahit untuk menutup luka. Proses ini makan waktu sekitar 30 – 45 menit, dengan waktu penyembuhan luka sekitar 1 minggu. Bisa dilakukan oleh dokter, mantri, atau juru sunat.

Metode Sunat cauter

Sering salah kaprah disebut sebagai metode laser, meski tak ada laser yang digunakan dalam metode ini. Dokter akan menggunakan cauter atau electric cauter, alat potong yang memanfaatkan panas listrik di ujungnya. Dengan alat ini, hampir tidak ada perdarahan pada bekas luka. Prosesnya relatif lebih cepat (20 menit), dengan waktu penyembuhan sekitar 4 – 5 hari.

Metode Sunat laser

Waktu sunat lebih cepat dibanding metode konvensional, hanya sekitar 10 – 15 menit, dengan perdarahan minimal (bahkan bisa dibilang hampir tidak ada), serta waktu penyembuhan yang cepat. Sayang, harganya masih cukup mahal, karena biasanya dilakukan oleh dokter bedah berpengalaman.

Metode Sunat smart klamp

Sebuah tabung sekali pakai diselubungkan ke penis. Kulup yang akan dipotong dijepit pada perbatasan batang dan kepala penis, lalu dipotong dengan pisau bedah mengikuti alur yang sudah dibuat sebelumnya. Tidak terjadi perdarahan karena pembuluh darah tertutup oleh klem. Jahitan dan perban juga tidak diperlukan karena klem akan terus berada ditempatnya sampai luka mengering (biasanya pada hari keempat). Anak bisa langsung beraktivitas setelah prosedur sunat selesai.

Setelah memilih metode yang akan digunakan, pastikan Anda juga memilih jenis bius yang akan diberikan pada anak, apakah bius lokal atau bius total. Bius lokal diberikan lewat suntikan di 4 – 5 titik di tempat yang akan disunat.

Jika Anda memilih ini, pastikan anak tidak banyak bergerak (entah itu karena menangis atau takut) agar proses sunat tidak terganggu. Sedangkan bius total biasanya diberikan kepada bayi atau anak yang masih terlalu kecil, dengan cara dihirup sebelum tindakan sunat dilakukan, untuk meminimalkan tangisan atau bila anak meronta.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.