Ternyata Puasa Mampu Menyembuhkan Penyakit Kanker

0
45

Dalam sebuah hadits nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa puasa bagaikan perisai (Junnah). Puasa disebut sebagai perisai seorang yang berpuasa sebab puasa mampu mencegah manusia dari panasnya api neraka. Selain itu, puasa juga dapat melindungi manusia dari berbagai macam penyakit hati atau psikosomatik. Imam al-Ghazali menyebutnya dengan istilah amradhul qulub, misalnya sombong, iri hati, riya’, bohong, dan lain sebagainya.

Selain mencegah dari penyakit hati, puasa juga berfungsi sebagai pelindung dari penyakit jasmani atau fisik. Perisai atau pelindung yang dihasilkan dari proses berpuasa adalah -sebagaimana menurut pakar kesehatan- bertambahnya sel darah putih di dalam tubuh yang menghambat proses suplai makanan untuk virus, bakteri, dan sel kanker yang terdapat dalam tubuh manusia. Sehingga orang yang berpuasa memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang terus meningkat dan membaik. Atas dasar inilah orang yang berpuasa terlihat lebih sehat dan bisa terhindar dari penyakit.

Secara medis, berpuasa mampu menambah sel darah putih dalam tubuh. Dalam suatu penelitian di Universitas Osaka-Jepang pada tahun 1930 dinyatakan bahwa orang yang berpuasa memiliki jumlah sel darah putih yang terus menerus meningkat dari hari ke hari. Pada minggu pertama berpuasa, memang belum ditemukan tanda-tanda pertumbuhan sel darah putih.

Akan tetapi pada minggu kedua ternyata jumlah sel darah putih tumbuh dengan sangat pesat. Ini membuktikan bahwa orang yang berpuasa mengalami peningkatan kekebalan tubuh secara otomatis. Sebab sel-sel darah putih berguna mencegah terjadinya peradangan. Untuk itu, segala penyakit yang berbentuk peradangan, seperti: radang hidung, amandel, lambung, tenggorokan, dan lain sebagainya dapat disembuhkan dengan cara berpuasa.

Menurut penelitian pakar kedokteran di Taiwan bahwa tubuh manusia akan selalu memproduksi sel-sel kanker. Namun, jumlah orang yang tidak mengalami penyakit kanker jauh lebih besar. hal ini terjadi dimungkinkan karena tubuh manusia mengandung zat yang mampu menetralisir racun. Sel darah putih mampu menghancurkan sel-sel kanker.

Di Amerika, penelitian tentang perkembangan sel kanker diterapkan juga kepada tikus putih. Tikus yang diberi terapi puasa hasilnya tidak terkena kanker. Namun sebaliknya, tikus yang tidak diberikan terapi puasa justru terkena kanker. Hal ini membuktikan bahwa puasa memang mampu meregenerasi sel-sel dalam tubuh manusia menjadi yang lebih baik lagi.

Fakta tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yaitu:

“Sedungguhnya, Allah memerintahkan kepada nabi bani Israil (dengan firman-Nya), ‘Umumkanlah kepada kaummu bahwa seorang hamba tidak berpuasa sehari demi mendapatkan keridhaan-Ku semata kecuali Aku akan memberikannya kesehatan fisik dan memberinya pahala yang amat besar.” (HR. Baihaqi).

Hal di atas juga diamini oleh pakar Kemoterapi. Longo mengatakan bahwa pada saat berpuasa sistem tubuh mencoba untuk menyimpan dan mengolah energi yang bisa didaur ulang dalam tubuh. Berpuasa selama 72 jam terbukti mampu mempercepat proses kesembuhan pasien kanker. Hal ini menunjukkan bahwa puasa benar-benar mampu meminimalisir efek berbahaya dari kemoterapi. Apalagi hal tersebut dibuktikan bahwa tidak adanya hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berpuasa berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Artinya, jika ingin sehat maka biasakanlah berpuasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here