Ternyata Tubuh Kurus Lebih Rentan Terserang Penyakit Paru-Paru

Posted on

Selama ini kita melihat bahwa orang yang menderita penyakit paru-paru cenderung berbadan kurus dan kering. Sehingga seringkali muncul pertanyaan, apakah penyakit paru-paru menyebabkan badan kurus? Ataukan seseorang yang berbadan kurus rentan menderita penyakit paru-paru?

Sebelum kita membahas hal tersebut lebih lanjut, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu tentang definisi kurus. Tubuh kurus dapat diidentifikasi dengan melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. IMT merupakan berat badan per tinggi badan kuadrat. Seseorang dinyatakan kurus (underweight) apabila mempunyai IMT di bawah 18,5.

Orang bertubuh kurus cenderung mempunyai sedikit otot dan lemak di dalam tubuhnya. Terkadang, seseorang yang berbadan kurus disebabkan oleh faktor genetik (keturunan). Di samping itu, faktor usia, pola makan, dan gaya hidup juga dapat mempengaruhi perubahan berat badan tubuh.

Tubuh kurus lebih rentan terserang penyakit paru-paru

Mempunyai tubuh yang terlalu kurus memang tidak baik dan lebih rentan terserang penyakit. Para ilmuwan memaparkan bahwa seseorang yang mempunyai gen kurus mudah mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, infertilisasi (mandul), keguguran, dan penyakit paru-paru.

Seorang perempuan yang mempunyai tubuh terlalu kurus cenderung kekurangan adipokin, yaitu sel yang diproduksi lemak untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Biasanya seorang perempuan bertubuh terlalu kurus rentan terserang penyakit paru-paru, seperti bronkitis, asma, dan pneumonia.

Selain bobot tubuh terlalu kurus, usia yang semakin tua juga meningkatkan risiko penyakit paru-paru. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Gender medicine menyatakan bahwa seorang perempuan yang bertubuh terlalu kurus dengan usia lebih tua lebih rentan mengalami gangguan paru-paru, seperti asma, pneumonia, dan bronkitis.

Seorang perempuan yang berusia semakin tua, maka produksi hormon estrogennya juga akan menurun. Kurangnya produksi hormon estrogen dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga tubuh rentan terserang penyakit.

Menurut ilmu studi kedokteran, orang dewasa yang berukuran tubuh di bawah normal mempunyai risiko meninggal dunia lebih cepat. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki tubuh terlalu kurus rentan mengidap penyakit berbahaya, seperti kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan penyakit paru-paru.

Pernyataan tersebut memang cukup mengejutkan. Pasalnya, selama ini sebagian besar orang lebih berfokus untuk menurunkan kelebihan berat badan (obesitas) dibandingkan memperbaiki gizi tubuh. Seringkali obesitas ini dianggap sebagai satu-satunya penyebab penyakit degeneratif. Padahal, orang berbadan terlalu kurus pun juga mempunyai risiko yang sama terserang penyakit tersebut.

Beberapa faktor yang menyebabkan berkurangnya bobot badan, yaitu:

  • Genetik (keturunan)
  • Asupan gizi yang tidak seimbang
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Sering begadang
  • Konsumsi alkohol
  • Merokok
  • Anoreksia dan bulimia
  • Penggunaan obat-obatan teralang, seperti narkoba

Selain rentan terhadap penyakit paru-paru, terdapat beberapa risiko lain yang cenderung dialami orang berbadan terlal kurus, yaitu:

  • Gangguan jantung dan arthritis

Penelitian di Mayo Clinic mengatakan bahwa perempuan yang mempunyai badan terlalu kurus dengan usia di atas 42 tahun, akan berisiko 3 kali lipat mengalami gangguan jantung.

  • Patah tulang

Seseorang yang terlalu kurus mempunyai kandungan hormon estrogen  yang rendah, dimana hormon estrogen ini berguna dalam menjaga kesehatan tulang. Semakin rendah hormon estrogen yang diproduksi, maka tulang akan menjadi semakin rapuh.

  • Keguguran

Berdasarkan penelitian di London School of Hygiene and Tropical Medicine, perempuan yang mempunyai bobot badan terlalu kurus akan berisiko mengalami keguguran hingga 72% pada trimester pertama. Di samping itu, mereka juga cenderung mengalami gejala mual saat hamil muda.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.