Tips Diet Sehat Bagi Penderita Penyakit Hepatitis - articles.id
Wednesday , July 26 2017
Home / Kesehatan / Tips Diet Sehat Bagi Penderita Penyakit Hepatitis

Tips Diet Sehat Bagi Penderita Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis masih menduduki urutan pertama dari berbagai penyakit hati diseluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Dilaporkan bahwa penyakit hepatitis ini bertanggung jawab atas kematian 1-2 juta orang setiap tahunnya. Penyakit ini bermula dari infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada hati. Pada tahap yang lebih parah peradangan tersebut dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.

Pada umumnya penderita hepatitis mengalami penurunan nafsu makan akibat gejala-gejala yang dirasakan seperti panas, mual, muntah, mudah lelah, dan nyeri dibagian perut kanan atas. Kondisi tersebut tentulah tidak baik, pasien harus mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendapatkan kembali energi metabolik guna mendukung proses penyembuhan dan perbaikan sel-sel yang telah rusak.

Pemberian nutrisi yang cukup pada penderita hepatitis memiliki beberapa tujuan diantaranya, untuk membantu meningkatkan regenerasi (pembentukan kembali) sel-sel hati yang sehat, meningkatkan fungsi jaringan hati yang tersisa, mencegah pemecahan protein berlebihan, mencegah penurunan berat badan secara drastis, mencegah terjadinya mal nutrisi yang menyebabkan varises, hipertensi, hingga koma hepatik.

Prinsip Diet Penderita Hepatitis

Pemberian nutrisi atau penatalaksanaan diet bagi penderita hepatitis harus memenuhi beberapa pedoman berikut:

Energi tinggi

Untuk mencegah pemecahan protein akibat kekurangan energi, pasien hepatitis perlu mengkonsumsi menu tinggi energi. Namun pemberian diet tinggi energi ini perlu disesuaikan dengan kemampuan pasien, yakni sekitar 40-45 kkal/kg bb per hari.

Lemak yang cukup

Sebagian dari sumber energi yang kita konsumsi sehari-hari diperoleh dari lemak. Pada pasien hepatitis sebaiknya konsumsi lemak mencukupi sekitar 20-25% dari kebutuhan energi total. Berikan jenis lemak yang lebih mudah diserap seperti lemak dari susu, mentega, dan minyak kelapa.

Protein agak tinggi

Guna membantu pembentukan kembali protein, sebaiknya protein diberikan sekitar 1,25 g/kg BB pasien. Namun pada penderita sirosis hati yang berat pemberian protein harus dibatasi.

Vitamin dan mineral

Pemberian vitamin dan mineral disesuaikan dengan tingkat defisiensi atau kekurangan pada pasien. Bila perlu berikan suplemen vitamin B kompleks, Vitamin C dan K, serta mineral seng dan zat besi apabila pasien mengalami anemia.

Natrium

Natrium diberikan pada kadar rendah untuk mengatasi terjadinya pembengkakan (edema).

  1. Pemberian cairan yang cukup
  2. Pemberian nutrisi dalam bentuk makanan lunak atau biasa sesuai dengan kemampuan saluran cerna pasien.

Jenis-jenis diet untuk Penderita Hepatitis

Kebutuhan nutrisi dan penatalaksaan diet bagi penderita hepatitis haruslah disesuaikan dengan kondisi pasien. Berikut beberapa jenis diet dengan tingkatan sesuai dengan keparahan dan keadaan penderita:

Diet tipe 1

Diet tipe pertama ini ditujukan kepada penderita sirosis hati berat dan hepatitis akut prekoma. Pasien pada kondisi tersebut sebaiknya diberikan makanan berupa cairan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti sari buah, air madu, teh manis. Hindari pemberian protein untuk mencegah terjadinya koma. Bila terjadi penimbunan cairan atau edema, maka asupan cairan sebaiknya dibatasi hingga maksimum 1 liter perhari.

Diet tipe 2

Diet tipe kedua diberikan kepada pasien saat dalam keadaan hepatitis akut, atau kondisi prekoma sudah dapat terlewati dan mulai timbul nafsu makan. Makanan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan pasien, dapat dalam bentuk lunak atau dicincang. Asupan protein sebaiknya dibatasi sebanyak 30 gram perhari, dan berikan lemak dalam bentuk yang mudah dicerna, seperti mentega.

Diet tipe 3

Diberikan untuk pasien yang memilki nafsu makan cukup baik. Bentuk makanan dapat lunak atau makanan biasa tergantung dari kondisi pasien. Protein dapat diberikan hingga 1 gram/ kg berat badan.  Makanan sumber lemak tetap diberikan dalam bentuk yang mudah dicerna, seperti bubur ayam suwir, telur rebus, sup ayam, roti kukus dengan mentega.

Diet tipe 4

Diet tipe terakhir ini diberikan kepada pasien yang telah memiliki nafsu makan yang baik, dapat menerima protein, dan tidak menunjukkan sirosis aktif. Bentuk makanan yang diberikan dapat lunak atau makanan biasa, dengan kandungan kalori, protein, karbohirat, lemak, vitamin dan mineral yang cukup.

Demikian ulasan terkait diet bagi penderita hepatitis. Disamping penanganan dari perawat dan tim medis, sebaiknya keluarga pasien juga mendapatkan informasi yang memadai terkait diet bagi penderita hepatitis ini. Pemberian nutrisi yang tepat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.

About admin

Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.

Check Also

resiko stroke, penyakit stroke

Kenali Bahaya Penyebab Meningkatnya Resiko Stroke Sejak Dini

Salah satu penyakit yang mematikan adalah penyakit stroke. Karena bahayanya yang selalu mengintai masyarakat maka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *