Tips Menilai Produk Properti Yang Sesuai Kebutuhan Anda

Posted on

Berinvestasi pada bisnis properti kini tak hanya menjadi gaya hidup masyarakat kelas atas semata. Masyarakat kelas ekonomi menengah bahkan bawah pun kini mulai memiliki kesadaran dalam menyimpan uangnya pada instrument investasi properti dan terus dipupuk hingga menjadi gaya hidup agar mampu mengalahkan budaya konsumeris yang terus didengung – dengungkan media dan lingkungan. Banyak orang – orang yang meskipun tak berpenghasilan tinggi, namun tetap percaya diri untuk dapat berinvestasi pada bisnis properti sebagai strategi mereka dalam mengatur keuangan yang serba terbatas.

Jika  anda adalah salah satu yang berminat pada investasi bisnis properti, mungkin yang pertama kali anda bingungkan adalah pada jenis produk properti apa seharusnya anda berinvestasi agar tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang anda miliki. Sebenarnya tak hanya orang awam saja yang perlu mempertanyakan hal tersebut. Mereka yang telah terbiasa dengan dunia investasi properti pun seharusnya juga senantiasa menjadikan pertanyaan tersebut sebagai rumusan masalah yang harus dipecahkan ketika hendak melengkapi koleksi aset investasi properti yang dimiliki. Sebab keputusan untuk membeli properti jenis apa, dengan type apa dan dimana adalah analisis mendasar sebelum berinvestasi pada bisnis properti.

Jika anda asal beli properti tanpa menganalisa kesesuaian produk properti tersebut dengan kebutuhan dan kondis anda, maka bisa jadi hasil investasi yang anda harapkan tak akan optimal. Oleh karenanyalah sangat penting bagi anda untuk terlebih dahulu menilai produk properti apa yang sekiranya sesuai untuk anda jadikan sebagai aset berinvestasi dalam bisnis properti.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips atau cara agar anda dapat menentukan jenis produk properti yang sesuai untuk kondisi, kebutuhan, dan tujuan investasi anda, diantaranya yaitu :

  1. Pahami kebutuhan yang ingin anda penuhi

Hal pertama yag harus anda lakukan yakni memahami apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan yang ingin anda penuhi dengan membeli properti. Kebutuhan ini bisa berasal dari kebutuhan akan tempat tinggal, tempat usaha atau murni untuk menyimpan uang agar nilainya meningkat dan terhindar dari resiko tergerus inflasi. Misalnya saja yang menjadi kebutuhan anda adalah untuk membuatkan rumah yang nantinya akan diwariskan untuk anak – anak anda. Ataupun kebutuhan untuk memiliki tempat usaha kuliner yang strategis.

  1. Sesuaikan dengan kondisi internal

Jika anda telah memahami apa sebenarnya yang anda butuhkan dari membeli properti, maka yang harus anda lakukan selanjutnya adalah memahami kondisi internal dalam diri anda. Apa itu kondisi internal? Kondisi internal adalah segala hal yang terkait dengan keadaan diri anda sendiri mulai dari kemampuan finansial atau dana yang anda miliki, usia anda saat ini, kondisi keluarga, dan masih banyak lagi lainnya. Memahami kondisi internal sangat penting karena menentukan apa yang harus dipahami agar investasi anda tidak terkesan memaksakan diri. Investasi yang memaksakan diri sendiri hanya akan memberatkan anda selama proses berinvestasi. Alih – alih menuai hasl investasi setelah kurun waktu jangka panjang, bisa – bisa anda terpaksa harus menual aset investasi properti anda karena kondisi kesehatan finansial anda yang terganggu keseimbangannya akibat anda memaksakan diri berinvestasi pada produk properti yang tak realistis.

Prinsipnya, segala sesuatu harus tetap seimbang. Jangan sampai karena terlalu bersemangat untuk berivestasi pada bisnis properti, lantas membuat anda menjadi memaksakan diri sendiri.

Bisnis properti sudah semakin banyak peminatnya, terutama untuk menjadi lahan berinvestasi. Ketika hendak memutuskan berinvestasi pada bisnis properti, maka anda perlu menganalisa produk properti apa yag sesuai untuk anda. Berikut ini adalah kelanjutan tips cara menilai ketepatan produk properti agar sesuai dengan karakteristik yang anda miliki :

  1. Analisa kesehatan finansial anda

Anda bisa menganalisa kemampuan keuangan atau finansial dengan menghitung kesesuaian variabel finansial anda dengan standart ideal seperti penjelasan berikut ini:

  • Variabel Jumlah dana darurat atau dana liquid

Yakni total keseluruhan uang tunai yang ada pada anda serta uang tabungan yang ada di bank. Dimana variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika setidak – tidaknya terdapat dana darurat sebanyak dua kali dari total penghasilan per bulan dari suami maupun istri setelah digabungkan.

  • Variabel rasio kemampuan menabung

Yakni total uang yang mampu disisihkan untuk menabung secara rutin tiap bulannya. Variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika dalam setiap bulannya anda dapat menyisihkan 10% dari total gabungan pendapatan pasangan suami istri untuk ditabungkan setiap bulannya.

  • Variabel rasio kemampuan membayar hutang

Yakni keseluruhan total cicilan hutang yang harus anda bayarkan secara rutin per bulannya. Dimana variabel ini dapat dikategorikan dalam kondisi sehat ketika perbandingan jumlah cicilan hutang bulanan yang harus dikeluarkan tidak lebih dari 30% dari total gabungan pendapatan pasangan suami istri untuk ditabungkan setiap bulannya

Jika anda sudah dalam kondisi finansial yang sehat, maka anda pun tetap harus mempertimbangkan ketersediaan dana yang diperuntukkan guna berinvestasi pada bisnis properti.

  1. Tentukan tujuan berinvestasi pada bisnis properti

Setelah menganalisa kebutuhan, kondisi internal dan kesehatan finansial, anda juga perlu menentukan tujuan spesifik dalam berinvestasi. Jangan sampai anda berinvestasi tanpa tujuan. Sebab tujua investasi merupakan pijakan dalam menilai kapan investasi anda dapat dikatakan telah mencapai tujuan dan siap “dipanen”. Tujuan investasi sendiri sangat beragam tergantung dengan keinginan anda sendiri. Misalnya, tujuan jangka panjang anda adalah untuk dijadikan simpanan biaya kuliah anak, atau anda orientasikan untuk harta yang akan anda wariskan kepada anak – anak anda. Semua itu terserah kepada anda.

  1. Analisa produk properti yang sesuai enggan kebutuhan dan kondisi internal

Nah, setelah mengetahui kebutuhan, kondisi internal dan kesehatan finansial serta tujuan investasi, maka terakhir yang harus anda lakukan adalah menganalisis produk properti mana yang sesuai dengan karakteristik anda di atas. Misalnya saja, jika kemampuan dana yang dapat anda sediakan untuk berinvestasi ria dalam bisnis properti tak lebih dari 100 juta, maka produk properti yang tepat adalah properti murah meriah yang masih berpotensi berkembang. Misalnya anda bisa membeli sebidang tanah yang bisa anda tanami pohon jati guna memaksimalkan nilainya. Atau anda juga bisa membeli rumah sederhana dengan banyak kamar untuk dipakai membuka rumah indekost sekaligus untuk menambah pemasukan dan tabungan sehingga bisa kembali menambah aset investasi properti lagi.

Kemudian jika melihat kebutuhannya adalah untuk mengamankan uang saja agar nilainya terus meningkat dan tujuan investasinya adalah untuk biaya kuliah anak 10 tahun lagi, maka lebih baik membeli properti di lokasi strategis yang tak terlalu membutuhkan perawatan. Properti yang tepat tentu saja berinvestasi pada aset tanah.

Gravatar Image
Website ini dibangun dengan harapan mampu memberikan informasi yang berkualitas dalam berbagai topik, Kami membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi kontributor sebagai penulis tetap di website ini.